Perbandingan Exynos 2600 vs Exynos 2700: Spesifikasi, Performa, dan Bocoran Terbaru

Exynos 2600 vs Exynos 2700
Sumber :
  • ilustrasi

Perbandingan Exynos 2600 vs Exynos 2700 menjadi topik hangat di kalangan penggemar teknologi, terutama setelah Samsung mulai serius mengembangkan chipset berbasis fabrikasi 2 nanometer. Di satu sisi, Exynos 2600 sudah resmi diperkenalkan dan disiapkan untuk lini flagship 2026. Di sisi lain, Exynos 2700 masih sebatas bocoran, namun spesifikasi yang beredar membuat banyak orang penasaran.

5 Smartphone Edisi Terbatas 2026 Paling Ikonik untuk Kolektor

Lalu, seberapa jauh perbedaan keduanya?

Jika melihat dari proses fabrikasi, Exynos 2600 sudah menggunakan teknologi 2nm GAA generasi pertama. Teknologi Gate-All-Around ini dikenal lebih efisien dibandingkan desain transistor sebelumnya. Hasilnya, konsumsi daya lebih hemat namun tetap mampu mendongkrak performa secara signifikan. Sementara itu, Exynos 2700 disebut akan memakai 2nm generasi kedua atau SF2P. Meski sama-sama 2nm, versi terbaru ini diklaim membawa efisiensi lebih tinggi serta peningkatan performa yang lebih stabil. Bahkan, sejumlah bocoran menyebut adanya peningkatan efisiensi daya hingga sekitar 20 sampai 25 persen dibanding pendahulunya.

Fitur Galaxy Buds3 FE: TWS AI Canggih Harga Satu Jutaan

Beranjak ke sektor CPU, Exynos 2600 mengusung konfigurasi 10 inti dengan tiga klaster. Susunannya terdiri dari satu inti utama berperforma tinggi, tiga inti besar, dan enam inti efisiensi. Konfigurasi ini dirancang untuk menyeimbangkan tenaga dan konsumsi daya, sehingga cocok untuk kebutuhan multitasking maupun gaming berat.

Sebaliknya, Exynos 2700 dirumorkan membawa pendekatan berbeda. Meski tetap mengusung 10 inti, desainnya menggunakan empat klaster unik. Strategi ini diyakini mampu membagi beban kerja lebih presisi. Selain itu, arsitektur yang dipakai juga lebih baru, yakni ARM C2 generasi terbaru. Dibandingkan ARM C1 yang digunakan pada Exynos 2600, inti terbaru ini disebut memiliki peningkatan IPC atau instruksi per clock yang lebih tinggi. Artinya, dalam kecepatan clock yang mirip, performanya bisa lebih kencang.

Bocoran Exynos 2700 2nm: Revolusi Performa Samsung Galaxy S27

Soal kecepatan, Exynos 2600 memiliki clock inti utama hingga sekitar 3,8 GHz. Angka ini sudah tergolong tinggi untuk chipset mobile. Namun, Exynos 2700 dikabarkan mampu menembus 4,2 GHz. Jika bocoran ini akurat, maka akan ada lonjakan performa signifikan, terutama dalam skenario single-core seperti membuka aplikasi berat atau proses komputasi instan.

Tidak hanya CPU, sektor grafis juga menjadi perhatian utama dalam perbandingan Exynos 2600 vs Exynos 2700. Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960 berbasis arsitektur AMD RDNA. GPU ini sudah mendukung fitur ray tracing serta peningkatan performa rendering yang lebih realistis untuk game modern. Pengalaman gaming pun terasa lebih mulus, apalagi dengan dukungan layar refresh rate tinggi.

Sementara itu, Exynos 2700 dirumorkan hadir dengan Xclipse 970 generasi terbaru. Meski detail lengkapnya belum terungkap, peningkatan performa grafis hampir pasti terjadi. Ditambah lagi dengan dukungan memori yang lebih cepat, kemampuan GPU generasi baru ini diperkirakan mampu menangani game berat dan pengolahan grafis dengan lebih stabil.

Berbicara tentang memori dan penyimpanan, Exynos 2600 sudah mendukung LPDDR5X serta UFS 4.1. Kombinasi ini menawarkan kecepatan baca tulis tinggi dan respons aplikasi yang cepat. Namun, Exynos 2700 kabarnya akan naik kelas dengan LPDDR6 dan UFS 5.0. Teknologi tersebut menjanjikan bandwidth lebih besar dan transfer data yang jauh lebih cepat. Dampaknya akan terasa pada proses instalasi game besar, editing video resolusi tinggi, hingga pemrosesan data AI.

Dari sisi benchmark, angka yang beredar juga cukup menarik. Exynos 2600 disebut mencetak skor sekitar 3.400 poin untuk single-core dan 11.500 poin untuk multi-core di Geekbench. Skor tersebut sudah menunjukkan lompatan besar dibanding generasi sebelumnya. Namun, Exynos 2700 dirumorkan mampu meraih sekitar 4.800 poin single-core dan 15.000 poin multi-core. Jika benar, maka selisih performanya cukup jauh.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa data Exynos 2700 masih sebatas bocoran. Artinya, hasil akhir bisa saja berbeda ketika resmi diperkenalkan nanti. Samsung masih memiliki waktu untuk melakukan optimalisasi, baik dari sisi software maupun manajemen suhu.

Secara keseluruhan, perbandingan Exynos 2600 vs Exynos 2700 menunjukkan arah perkembangan yang agresif dari Samsung. Exynos 2600 sudah menjadi fondasi kuat dengan teknologi 2nm, peningkatan AI, serta GPU modern. Namun, Exynos 2700 tampaknya dipersiapkan sebagai generasi yang lebih matang, lebih cepat, dan lebih efisien.

Dengan kata lain, Exynos 2600 adalah langkah besar, tetapi Exynos 2700 berpotensi menjadi lompatan yang lebih tinggi. Meski demikian, semua klaim mengenai Exynos 2700 masih perlu pembuktian resmi. Sampai peluncuran dan pengujian final dilakukan, perbandingan ini tetap berada pada ranah prediksi dan bocoran.

Bagi pengguna yang menantikan smartphone flagship Samsung berikutnya, perkembangan chipset 2nm ini tentu menjadi kabar menarik. Pasalnya, semakin kecil fabrikasi dan semakin baru arsitekturnya, maka semakin besar pula peluang peningkatan performa dan efisiensi daya.

Kini, tinggal menunggu waktu untuk melihat apakah Exynos 2700 benar-benar mampu melampaui ekspektasi dan menjadikan Samsung lebih kompetitif di pasar chipset kelas atas.