Cukup Ketik 'Lagu Santai Sore', YouTube Music Langsung Buat Playlist!

Cukup Ketik 'Lagu Santai Sore', YouTube Music Langsung Buat Playlist!
Sumber :
  • Youtube

Di Spotify, pengguna bisa:

Mengapa IBM Sovereign Core Penting untuk AI Berdaulat?
  • Menambah atau menghapus lagu dari playlist hasil AI
  • Memberikan umpan balik (“Suka/Tidak Suka”) untuk meningkatkan rekomendasi
  • Mengganti nama atau menyimpan playlist ke koleksi pribadi

Sementara di YouTube Music versi awal ini, playlist bersifat statis sekali dibuat, tidak ada opsi modifikasi. Ini menjadi titik lemah utama yang kemungkinan besar akan diperbaiki di pembaruan mendatang.

Harga Samsung Galaxy S26 Naik, Ultra Malah Lebih Murah?

Eksklusif untuk Pelanggan Premium: Strategi Monetisasi YouTube

Keputusan YouTube Music untuk membatasi AI Playlist hanya untuk pelanggan Premium jelas merupakan strategi bisnis. Dengan menawarkan fitur mutakhir yang tidak tersedia di versi gratis, YouTube berharap bisa:

Fitur Android 17: AI Lokal, Mode Desktop, dan Keamanan Baterai
  • Meningkatkan konversi pengguna gratis ke berbayar
  • Memperkuat nilai tambah langganan Premium
  • Bersaing langsung dengan Spotify Premium, yang juga mengunci fitur AI di tier berbayar

Harga YouTube Music Premium di Indonesia berkisar antara Rp54.000–Rp79.000 per bulan (tergantung promo), dengan uji coba gratis selama 1 bulan untuk pengguna baru. Bagi penggemar musik yang sering membuat playlist tematik, fitur ini bisa menjadi alasan kuat untuk berlangganan.

Implikasi Lebih Luas: Masa Depan Musik yang Dipersonalisasi oleh AI

Kehadiran AI Playlist di dua platform terbesar dunia Spotify dan YouTube Music menandai pergeseran paradigma dalam konsumsi musik. Kita tidak lagi mencari lagu berdasarkan artis atau album, tapi berdasarkan konteks hidup: suasana hati, aktivitas, bahkan cuaca.

Tren ini membuka peluang besar bagi:

  • Artis independen yang lagunya cocok dengan prompt niche (misalnya “musik hujan untuk membaca”)
  • Label musik untuk mengoptimalkan metadata agar masuk rekomendasi AI
  • Pengembang AI untuk menciptakan model yang lebih empatik terhadap nuansa emosional musik

Namun, tantangan tetap ada: bias algoritmik, kurangnya diversitas, dan homogenisasi selera musik. Jika AI hanya merekomendasikan lagu populer atau yang sering didengar, maka ruang untuk penemuan musik baru justru menyempit.

Kapan Fitur Ini Tersedia untuk Semua Pengguna?

YouTube belum memberikan timeline pasti. Namun, berdasarkan pola peluncuran fitur sebelumnya (seperti terjemahan lirik atau Ask Music), AI Playlist kemungkinan akan tersedia global dalam 1–2 bulan ke depan masih eksklusif untuk Premium.

Halaman Selanjutnya
img_title