Cukup Ketik 'Lagu Santai Sore', YouTube Music Langsung Buat Playlist!
- Youtube
Gadget – YouTube Music kini resmi menyusul jejak Spotify dengan meluncurkan fitur AI Playlist, sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna membuat daftar putar musik hanya dengan mengetikkan perintah teks. Fitur ini diumumkan melalui akun resmi @UpdatesFromYT di X (dulu Twitter) dan menandai langkah besar YouTube dalam perlombaan platform streaming untuk menghadirkan pengalaman personalisasi musik yang lebih cerdas dan intuitif.
Dengan AI Playlist, pengguna tak perlu lagi repot memilih lagu satu per satu. Cukup deskripsikan suasana hati, momen, atau genre misalnya “lagu-lagu chill untuk kerja malam” atau “playlist energik buat olahraga pagi” dan sistem AI akan secara otomatis menyusun playlist yang sesuai.
Namun, fitur ini belum tersedia untuk semua pengguna. Seperti banyak inovasi digital lainnya, AI Playlist saat ini hanya bisa diakses oleh pelanggan YouTube Music Premium, dan peluncurannya dilakukan secara bertahap di perangkat Android dan iOS.
Artikel ini mengupas tuntas cara kerja AI Playlist, perbandingannya dengan Spotify, keterbatasannya, serta implikasinya bagi masa depan konsumsi musik berbasis AI.
Cara Kerja AI Playlist: Dari Prompt Teks ke Playlist Musik
Proses penggunaan AI Playlist sangat sederhana:
- Buka aplikasi YouTube Music (pastikan Anda pelanggan Premium).
- Ketuk menu “New” (Biasanya berada di bagian bawah layar).
- Pilih opsi “AI Playlist”.
- Masukkan prompt teks yang menggambarkan suasana, aktivitas, atau preferensi musik Anda.
- Tunggu beberapa detik AI akan menghasilkan playlist siap putar.
Contoh prompt yang bisa digunakan:
- “Lagu pop Indonesia tahun 2010-an yang bikin nostalgia”
- “Musik instrumental untuk fokus belajar”
- “Playlist K-pop girl group upbeat”
Sistem ini mirip dengan Prompted Playlist milik Spotify, yang dirilis pada Januari 2025, dan juga mengingatkan pada fitur lama YouTube Music bernama Ask Music yang sebelumnya hanya tersedia untuk uji coba terbatas.
Mirip Spotify, Tapi Masih Lebih Sederhana
Meski konsepnya serupa, AI Playlist YouTube Music saat ini dinilai lebih dasar dibanding pendekatan Spotify. Menurut laporan TechCrunch yang dikutip KompasTekno, pengguna belum bisa mengedit atau menyesuaikan ulang playlist setelah AI menghasilkannya.
Di Spotify, pengguna bisa:
- Menambah atau menghapus lagu dari playlist hasil AI
- Memberikan umpan balik (“Suka/Tidak Suka”) untuk meningkatkan rekomendasi
- Mengganti nama atau menyimpan playlist ke koleksi pribadi
Sementara di YouTube Music versi awal ini, playlist bersifat statis sekali dibuat, tidak ada opsi modifikasi. Ini menjadi titik lemah utama yang kemungkinan besar akan diperbaiki di pembaruan mendatang.
Eksklusif untuk Pelanggan Premium: Strategi Monetisasi YouTube
Keputusan YouTube Music untuk membatasi AI Playlist hanya untuk pelanggan Premium jelas merupakan strategi bisnis. Dengan menawarkan fitur mutakhir yang tidak tersedia di versi gratis, YouTube berharap bisa:
- Meningkatkan konversi pengguna gratis ke berbayar
- Memperkuat nilai tambah langganan Premium
- Bersaing langsung dengan Spotify Premium, yang juga mengunci fitur AI di tier berbayar
Harga YouTube Music Premium di Indonesia berkisar antara Rp54.000–Rp79.000 per bulan (tergantung promo), dengan uji coba gratis selama 1 bulan untuk pengguna baru. Bagi penggemar musik yang sering membuat playlist tematik, fitur ini bisa menjadi alasan kuat untuk berlangganan.
Implikasi Lebih Luas: Masa Depan Musik yang Dipersonalisasi oleh AI
Kehadiran AI Playlist di dua platform terbesar dunia Spotify dan YouTube Music menandai pergeseran paradigma dalam konsumsi musik. Kita tidak lagi mencari lagu berdasarkan artis atau album, tapi berdasarkan konteks hidup: suasana hati, aktivitas, bahkan cuaca.
Tren ini membuka peluang besar bagi:
- Artis independen yang lagunya cocok dengan prompt niche (misalnya “musik hujan untuk membaca”)
- Label musik untuk mengoptimalkan metadata agar masuk rekomendasi AI
- Pengembang AI untuk menciptakan model yang lebih empatik terhadap nuansa emosional musik
Namun, tantangan tetap ada: bias algoritmik, kurangnya diversitas, dan homogenisasi selera musik. Jika AI hanya merekomendasikan lagu populer atau yang sering didengar, maka ruang untuk penemuan musik baru justru menyempit.
Kapan Fitur Ini Tersedia untuk Semua Pengguna?
YouTube belum memberikan timeline pasti. Namun, berdasarkan pola peluncuran fitur sebelumnya (seperti terjemahan lirik atau Ask Music), AI Playlist kemungkinan akan tersedia global dalam 1–2 bulan ke depan masih eksklusif untuk Premium.
Pengguna disarankan untuk:
- Memperbarui aplikasi YouTube Music ke versi terbaru
- Memastikan akun sudah berlangganan Premium
- Memeriksa menu “New” secara berkala
Jika fitur belum muncul, kemungkinan Anda belum termasuk dalam gelombang rilis awal.
Kesimpulan: Langkah Awal Menuju Musik yang Lebih Cerdas
AI Playlist adalah bukti bahwa YouTube Music serius mengejar Spotify dalam perlombaan inovasi audio. Meski masih dalam versi dasar, fitur ini membuka pintu menuju pengalaman mendengarkan yang lebih intuitif, personal, dan bebas repot.
Bagi pengguna Premium, ini adalah nilai tambah nyata. Bagi industri musik, ini adalah sinyal bahwa masa depan playlist bukan lagi soal kurasi manusia tapi kolaborasi antara AI dan emosi manusia.
Satu hal yang pasti: mendengarkan musik tidak pernah semudah ini. Cukup ketik apa yang Anda rasakan biarkan AI yang memilih lagunya.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |