Harga iPhone 18 Pro Tetap Stabil? Apple Lawan Lonjakan Biaya

Harga iPhone 18 Pro Tetap Stabil? Apple Lawan Lonjakan Biaya
Sumber :
  • Istimewa

Baseus EnerGeek GT 21: Power Bank 2-in-1 dengan Charger 67W
  • Apple bernegosiasi ketat dengan pemasok DRAM dan NAND untuk menahan kenaikan harga ritel.
  • Perusahaan mengubah sistem kontrak pembelian komponen menjadi kuartalan demi fleksibilitas biaya.
  • Prediksi harga iPhone 18 Pro tetap mulai dari US$1.099 atau sekitar Rp16,5 juta.

Apple Siapkan AirPods Gerakan Bibir: Kendali HP Tanpa Suara!

Raksasa teknologi Apple kabarnya tengah berupaya keras menjaga Harga iPhone 18 Pro agar tidak melonjak drastis. Meskipun biaya produksi komponen memori meningkat tajam, perusahaan asal Cupertino ini melakukan langkah strategis dengan para pemasok utama. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Apple berambisi mempertahankan label harga model premium mereka agar tetap kompetitif di pasar global.

Strategi Apple Amankan Harga iPhone 18 Pro

Snapdragon 8 Elite Gen 5 vs 8 Gen 5: Mana yang Lebih Kencang?

Analis kawakan dari GF Securities mengungkapkan bahwa Apple berniat menjaga harga awal unit terbaru mereka. Apple menargetkan iPhone 18 Pro dan Pro Max tetap berada pada level harga yang sama dengan pendahulunya. Untuk varian dasar 256GB, Apple mematok angka di kisaran US$1.099 dan US$1.199 atau setara Rp16,5 juta hingga Rp18 juta.

Langkah ini melibatkan negosiasi intensif dengan vendor besar DRAM dan NAND. Apple ingin mengurangi dampak langsung dari kenaikan harga komponen terhadap kantong konsumen. Dengan menjaga entry price, Apple berharap minat pembeli pada model Pro tetap tinggi meski kondisi pasar sedang tidak menentu.

Perubahan Kontrak Pemasok Memori

Selain negosiasi harga, Apple kini menerapkan skema kontrak pembelian yang lebih singkat. Perusahaan beralih ke kontrak kuartalan daripada sistem setengah tahunan yang biasa mereka gunakan. Strategi ini memberikan Apple ruang gerak lebih luas untuk menyesuaikan pasokan dengan fluktuasi harga pasar.

Namun, langkah ini bukannya tanpa risiko bagi produksi smartphone masa depan. Kontrak singkat membuat Apple lebih rentan terpapar lonjakan harga mendadak jika stok komponen dunia menipis. Selain memori, Apple juga melobi pemasok panel layar dan modul kamera untuk menekan total biaya produksi perangkat premium mereka.

Proyeksi Pasar dan Dampak Bagi Konsumen

Kondisi ini terjadi di tengah peringatan para analis mengenai potensi kenaikan harga smartphone secara umum. Kelangkaan komponen global diprediksi akan menaikkan harga rata-rata unit baru dalam waktu dekat. Apple tampaknya lebih memilih sedikit memangkas margin keuntungan demi menjaga loyalitas pengguna dalam ekosistem mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title