ROG Kithara Hadir: Headset Gaming Open-Back dengan Driver Planar 100mm!
- Asus
Gadget – Asus memperkenalkan ROG Kithara, sebuah terobosan radikal dalam lini produk Republic of Gamers (ROG). Alih-alih mengandalkan lampu RGB mencolok, konektivitas nirkabel, atau fitur gimmick lainnya, ROG Kithara justru mengambil jalan berbeda: fokus total pada kualitas suara murni dengan bantuan merek legendaris di dunia audiophile, HIFIMAN.
Dibanderol $299 (sekitar Rp4,5–5 juta), headset ini bukan untuk gamer kasual. Ia ditujukan bagi enthusiast kompetitif yang mengandalkan akurasi audio, serta audiophile gamer yang menuntut reproduksi suara setia seperti aslinya. Dengan driver planar magnetik 100mm, desain open-back, dan konektivitas kelas hi-fi, ROG Kithara bukan sekadar aksesori gaming ia adalah pernyataan filosofis tentang bagaimana suara seharusnya didengar.
Artikel ini mengupas tuntas desain, teknologi, kolaborasi dengan HIFIMAN, kelebihan, kekurangan, dan posisi unik ROG Kithara di persimpangan antara gaming dan audiophile.
Desain Open-Back: Lebar, Natural, Tapi Tanpa Isolasi
ROG Kithara menggunakan desain open-back penuh, sesuatu yang sangat jarang ditemui di dunia headset gaming. Desain ini memungkinkan udara mengalir bebas melalui driver, menghasilkan:
- Soundstage lebih luas
- Imaging spasial lebih akurat
- Respons frekuensi lebih natural
Bagi gamer kompetitif, ini berarti jejak langkah musuh, arah tembakan, atau ledakan bisa dipetakan dengan presisi tinggi tanpa distorsi dari bass yang dilebih-lebihkan.
Namun, ada trade-off besar: tidak ada isolasi suara eksternal, dan suara dari headset mudah bocor keluar. Artinya, ROG Kithara tidak cocok untuk ruang berisik atau saat Anda ingin bermain tanpa mengganggu orang di sekitar.
Driver Planar Magnetik 100mm: Langka di Dunia Gaming
Sebagian besar headset gaming menggunakan dynamic driver komponen yang murah, ringan, dan responsif. Tapi ROG Kithara memilih planar magnetic driver berukuran raksasa 100mm, biasanya hanya ditemukan di headphone high-end seperti Audeze atau HIFIMAN sendiri.
Keunggulan planar driver:
- Distorsi lebih rendah
- Gerakan diafragma lebih seragam
- Detail mikro lebih terdengar
Dengan respons frekuensi 8Hz hingga 55kHz (jauh melebihi rentang pendengaran manusia 20Hz–20kHz), ROG Kithara menargetkan kejernihan harmonik dan tekstur suara bukan sekadar volume atau dentuman bass.
Tuning oleh HIFIMAN membawa signature suara seimbang:
- Bass cepat dan terkontrol
- Midrange jernih untuk dialog dan vokal
- Treble halus tanpa fatiguing
Ini ideal untuk game seperti CS2, Valorant, atau Escape from Tarkov, di mana kejelasan audio = keunggulan taktis.
Konektivitas Hi-Fi: 4.4mm Balanced, 6.3mm, USB-C
Berbeda dari headset gaming kebanyakan yang hanya menyediakan jack 3.5mm atau USB, ROG Kithara menawarkan tiga opsi kabel:
- 4.4mm balanced connector – untuk DAC/amp kelas audiophile
- 6.3mm stereo jack – standar perangkat audio profesional
- 3.5mm + USB-C adapter – kompatibel dengan PC, konsol, dan mobile
Fitur ini menunjukkan bahwa Asus serius menargetkan pengguna desktop high-end, bukan hanya gamer laptop.
Tanpa Nirkabel, Tanpa RGB, Tanpa Komplikasi
ROG Kithara sengaja tidak dilengkapi:
- Mode nirkabel
- Active Noise Cancellation (ANC)
- Lampu RGB
- Software efek suara berlebihan
Sebaliknya, Asus memilih kesederhanaan fungsional. Mikrofon boom-nya detachable, menggunakan teknologi MEMS dengan respons 20Hz–20kHz cukup jernih untuk komunikasi tim, meski bukan untuk podcasting profesional.
Bobotnya sekitar 420 gram, cukup berat untuk sesi panjang. Namun, rangka logam di area engsel dan headband memberikan daya tahan premium, dan bantalan telinga ekstra disertakan di dalam kotak.
Arah Baru ROG: Dari Esports ke Audiophile Gaming
ROG Kithara bukan sekadar produk ia adalah sinyal pergeseran strategi. Dengan kolaborasi HIFIMAN, Asus menunjukkan bahwa gaming dan audiophile tidak harus bertentangan.
Headset ini menargetkan segmen niche:
- Gamer kompetitif yang menggunakan DAC/amp
- Content creator yang butuh monitoring akurat
- Penggemar ROG yang juga pecinta audio berkualitas
Ini mungkin langkah berisiko, tapi jika berhasil, ROG Kithara bisa menjadi pelopor kategori baru: headset gaming high-fidelity.
Kesimpulan: Untuk Siapa ROG Kithara?
Jika Anda mencari headset ringan, nirkabel, atau penuh fitur hiburan, ROG Kithara bukan untuk Anda.
Tapi jika Anda:
- Menggunakan DAC eksternal atau soundcard high-end
- Butuh akurasi spasial dalam game FPS
- Menghargai suara netral dan detail mikro
- Tidak keberatan berat dan desain minimalis
…maka ROG Kithara layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang.
Dengan harga $299, ia bersaing langsung dengan headphone audiophile entry-level tapi dengan tambahan mikrofon gaming dan branding ROG. Bagi Asus, ini bukan sekadar headset. Ini adalah tantangan terhadap status quo industri gaming audio.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |