Ditawar Rp 8 Triliun, Pemilik AI.com Malah Bilang 'Tidak Jual!'-Ada Apa?
- ai.com
Gadget – Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh sosok Kris Marszalek, CEO Crypto.com, yang kini menjadi pemilik resmi domain AI.com salah satu aset digital paling berharga di planet ini. Namun, yang lebih mengejutkan bukanlah pembeliannya senilai 70 juta dollar AS (sekitar Rp 1,1 triliun), melainkan penolakannya terhadap tawaran gila senilai 500 juta dollar AS (sekitar Rp 8,4 triliun) hanya beberapa jam setelah transaksi selesai.
Dalam wawancara eksklusif dengan The Big Picture Network (TBPN), Marszalek mengungkap momen dramatis tersebut:
“Tepat setelah kami menutup kesepakatan, saya didekati oleh pihak ‘seberang’ (the other side) yang menawarkan lebih dari 500 juta dollar AS untuk domain itu. Tapi jawaban saya tegas: tidak dijual. Bahkan angka itu tidak akan membuat saya mengangkat telepon.”
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan. Marszalek menyatakan bahwa AI.com bukan lagi sekadar domain melainkan fondasi dari sebuah revolusi teknologi yang sedang ia bangun diam-diam.
Dari Iseng Bocah 10 Tahun ke Aset Bernilai Triliunan
Sejarah AI.com sendiri penuh keajaiban. Pada 1993, seorang bocah Malaysia bernama Arsyan Ismail membeli domain tersebut seharga 100 dollar AS menggunakan kartu kredit ibunya tanpa izin karena inisial namanya kebetulan A.I. (Arsyan Ismail).
Selama 30 tahun, domain itu nyaris tak terpakai. Namun, ketika kecerdasan buatan (AI) meledak sebagai tren global, nilai AI.com melonjak drastis. Raksasa seperti OpenAI, Google, bahkan Elon Musk disebut pernah tertarik membelinya.
Akhirnya, pada 2025, Kris Marszalek berhasil mengamankannya dengan harga 70 juta dollar AS, menjadikannya salah satu transaksi domain termahal sepanjang sejarah.
“The Other Side”: Siapa yang Menawar Rp 8 Triliun?
Marszalek sengaja tidak menyebut identitas “pihak seberang” yang menawar AI.com dengan harga 7 kali lipat dari harga belinya. Namun, spekulasi berkembang luas:
- Apakah itu pemerintah asing?
- Perusahaan raksasa AI yang tak ingin kalah?
- Atau aktor anonim dari dunia kripto dan intelijen?
Yang jelas, tawaran tersebut datang dengan urgensi tinggi, menunjukkan betapa strategisnya kepemilikan atas domain dua huruf yang identik dengan istilah global: Artificial Intelligence.
Namun, Marszalek menegaskan:
“Ini bukan soal uang. Ini soal visi. Kami sedang membangun sesuatu yang akan mengubah cara dunia berinteraksi dengan AI.”
AGI is Coming Soon: Peluncuran dalam 48 Jam
Fakta paling mengejutkan? Produk pertama dari AI.com akan diluncurkan dalam waktu kurang dari 48 jam sejak wawancara tersebut.
Marszalek mengungkap bahwa layanan ini tidak akan dirilis sekaligus, melainkan secara bertahap. Alasannya: antusiasme publik sudah mencapai ratusan ribu calon pengguna, dan infrastruktur harus dijaga agar tidak kolaps seperti yang terjadi sebelumnya.
Insiden Super Bowl yang Bikin Situs Tumbang
Pada Februari 2025, AI.com sempat menjadi sorotan global lewat iklan misterius di Super Bowl. Videonya hanya menampilkan bola-bola cahaya menyatu dengan teks:
“AGI is coming soon.”
Di akhir iklan, penonton diajak mengamankan username mereka di ai.com/namakamu. Akibatnya? Situs langsung down selama berjam-jam karena lonjakan lalu lintas.
Kini, Marszalek belajar dari kesalahan itu. Peluncuran bertahap adalah strategi untuk menjaga stabilitas sekaligus membangun eksklusivitas.
Apa Itu AGI? Dan Mengapa Ini Penting?
AGI (Artificial General Intelligence) adalah tahap lanjutan dari AI saat ini. Jika AI biasa hanya bisa menjalankan tugas spesifik (seperti ChatGPT menulis atau Midjourney menggambar), AGI mampu berpikir, belajar, dan beradaptasi seperti manusia di berbagai bidang sekaligus.
Banyak ahli percaya AGI masih puluhan tahun lagi. Tapi jika Marszalek benar-benar meluncurkan sesuatu yang mendekati AGI, dampaknya akan mengguncang ekonomi, politik, bahkan peradaban.
Strategi Bisnis di Balik Penolakan Rp 8 Triliun
Menolak keuntungan instan senilai Rp 8,4 triliun bukan keputusan biasa. Tapi bagi Marszalek, ini bagian dari strategi jangka panjang:
- Menguasai identitas digital AI global – AI.com adalah alamat paling intuitif untuk siapa pun mencari AI.
- Membangun ekosistem terpadu – Integrasi dengan Crypto.com, dompet digital, dan layanan Web3.
- Menjadi gatekeeper AGI – Siapa yang mengontrol akses ke AGI, mengontrol masa depan.
Dengan ratusan ribu orang sudah mendaftar username, AI.com berpotensi menjadi platform identitas digital generasi berikutnya mirip Twitter handle, tapi untuk era kecerdasan buatan.
Kesimpulan: Bukan Sekadar Domain, Tapi Gerbang Masa Depan
Kisah AI.com adalah metafora sempurna tentang nilai digital di era post-internet:
- Dulu: dibeli iseng oleh bocah 10 tahun.
- Kini: ditolak meski ditawar Rp 8 triliun.
- Esok: mungkin menjadi pintu masuk ke dunia AGI.
Kris Marszalek tidak hanya membeli nama domain ia membeli alamat masa depan umat manusia. Dan ia bersedia menahan godaan triliunan demi membangun sesuatu yang, menurutnya, lebih besar dari uang.
Satu hal pasti: dalam 48 jam ke depan, dunia akan tahu apakah ini awal dari revolusi atau sekadar hype besar berikutnya.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |