Tecno Pova Curve 2 Rilis: Baterai Tahan 2 Hari, Tapi Chipset & Kamera Turun?
- gsmarena
Gadget – Tecno, merek smartphone asal China yang tergabung dalam grup Transsion, kembali memperluas lini seri Pova-nya dengan peluncuran resmi Tecno Pova Curve 2. Mengusung tagline sebagai penerus dari Tecno Pova Curve yang dirilis awal 2025, perangkat ini menawarkan baterai super besar 8.000 mAh dalam desain yang mengejutkan ringan dan tipis hanya 7,42 mm tebal dan 195 gram beratnya.
Namun, di balik keunggulan baterainya, Tecno Pova Curve 2 justru mengalami penurunan spesifikasi dibanding generasi sebelumnya, terutama pada chipset dan kamera utama. Lalu, apakah ponsel ini tetap layak dipertimbangkan di segmen harga Rp5 jutaan?
Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi lengkap, kelebihan, kekurangan, teknologi baterai silikon, fitur unik, serta analisis nilai (value) Tecno Pova Curve 2 untuk konsumen Indonesia.
Desain Tipis dengan Baterai Raksasa: Bagaimana Bisa?
Salah satu pencapaian paling mencolok dari Tecno Pova Curve 2 adalah kombinasi baterai 8.000 mAh dengan ketebalan hanya 7,42 mm. Biasanya, ponsel dengan baterai sebesar itu seperti Realme P4 Power 5G (10.001 mAh) atau Redmi Turbo 5 Max (9.000 mAh) cenderung tebal dan berat.
Rahasia di baliknya adalah penggunaan teknologi baterai berbasis silikon, yang menawarkan:
- Densitas energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional
- Efisiensi pengisian lebih baik
- Umur pakai lebih panjang
Tecno mengeklaim baterai ini mampu menemani pengguna hingga dua hari penuh dalam penggunaan normal. Saat habis, pengisian cepat 45 watt via USB-C memastikan daya kembali penuh dalam waktu singkat.
Spesifikasi yang “Disunat”: Chipset & Kamera Turun Kelas
Meski menawarkan baterai besar, Tecno Pova Curve 2 justru mengalami downgrade dibanding pendahulunya:
| Komponen | Tecno Pova Curve (2025) | Tecno Pova Curve 2 (2025) |
| Chipset | MediaTek Dimensity 7300 Ultimate (4 nm) | MediaTek Dimensity 7100 (6 nm) |
| CPU Clock | 2,5 GHz | 2,4 GHz |
| Kamera Utama | 64 MP | 50 MP |
Penurunan ini cukup mengejutkan, mengingat biasanya generasi baru membawa peningkatan. Namun, kemungkinan besar langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi agar bisa mempertahankan harga di kisaran Rp5 jutaan.
Meski begitu, Dimensity 7100 tetap merupakan chipset mid-range yang mumpuni untuk multitasking, media sosial, streaming, dan gaming ringan hingga sedang.