Kecepatan Internet 5G Kunci Investasi, RI Kejar Vietnam

Kecepatan Internet 5G Kunci Investasi, RI Kejar Vietnam
Sumber :
  • Istimewa

Wearable AI Dribble: Kendali Digital Canggih Tanpa Suara
  • Penetrasi 5G Indonesia baru ditargetkan 10 persen, tertinggal jauh dari Vietnam (99%) dan Laos (36%).
  • Komdigi menilai konektivitas stabil sangat krusial untuk mendukung ekosistem kecerdasan artifisial (AI).
  • Pemerintah tengah mengkaji tiga opsi seleksi spektrum frekuensi guna mencegah monopoli industri seluler.

Bocoran Samsung Wide Foldable Muncul di Uji Coba One UI 9

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa kecepatan internet 5G bukan sekadar ajang gengsi antarnegara. Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menyebut konektivitas mumpuni adalah magnet utama investasi asing. Saat ini, Indonesia tengah berpacu mengejar ketertinggalan teknologi dari negara tetangga di Asia Tenggara.

Urgensi Kecepatan Internet 5G untuk Investasi

Honor Magic V6 Segera Rilis: HP Lipat Tipis Baterai 7150mAh

Denny Setiawan mengungkapkan bahwa investor sangat mempertimbangkan kualitas infrastruktur digital sebelum menanamkan modal. Data menunjukkan penetrasi 5G Indonesia saat ini masih tertinggal. Vietnam telah mencapai angka 99 persen, sementara Laos sudah menyentuh 36 persen tahun ini.

Pemerintah Indonesia sendiri baru mematok target penetrasi sebesar 10 persen. Denny menekankan bahwa koneksi stabil merupakan kebutuhan mutlak bagi generasi muda. Terlebih, masa depan ekonomi digital sangat bergantung pada pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (AI).

Tantangan Struktur Pasar Seluler

Perubahan peta industri seluler nasional menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan 5G. Pada tahun 2021, Indonesia memiliki tujuh operator, namun kini hanya tersisa tiga pemain utama. Kondisi ini membuat ketersediaan spektrum frekuensi menjadi sangat terbatas dan diperebutkan.

Kelangkaan spektrum ini menuntut pemerintah untuk bertindak sangat hati-hati. Jika salah satu operator gagal mendapatkan akses 5G, eksistensi bisnis mereka akan terancam. Komdigi khawatir hal tersebut akan memicu praktik monopoli yang merugikan masyarakat luas.

Mekanisme Seleksi Spektrum Frekuensi

Sesuai regulasi PP No. 43/2023, pemerintah wajib melakukan seleksi ketika permintaan spektrum melampaui ketersediaan. Komdigi saat ini tengah mengkaji tiga skema utama. Pilihan pertama adalah beauty contest yang menitikberatkan pada kualitas proposal teknis operator.

Opsi kedua adalah lelang harga secara terbuka. Metode ini sangat transparan dan mampu memaksimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun, skema lelang berisiko memicu perang harga yang dapat membebani keuangan operator seluler.

Opsi ketiga yang menjadi pertimbangan kuat adalah metode gabungan. Skema ini mengombinasikan penawaran harga dengan evaluasi manfaat bagi negara. Pemerintah berupaya mencari titik tengah agar target PNBP tercapai sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis operator.

Halaman Selanjutnya
img_title