iPhone 17 Pro Ganti Titanium ke Aluminium, Mengapa Apple Menyerah?

iPhone 17 Pro Ganti Titanium ke Aluminium, Mengapa Apple Menyerah?
Sumber :
  • Istimewa

Huawei Band 11 dan 11 Pro Resmi Rilis, Intip Spek & Harga!
  • Apple meninggalkan material titanium dan beralih kembali ke aluminium untuk seri iPhone 17 Pro.
  • Masalah konduktivitas termal dan biaya produksi tinggi menjadi alasan utama penghentian penggunaan titanium.
  • Penggunaan aluminium mendukung performa chip A19 Pro yang membutuhkan sistem pendinginan lebih optimal.
  • Titanium tetap akan digunakan secara eksklusif hanya untuk model iPhone Air yang super tipis.

Google Pixel 10a Resmi Dirilis: Spesifikasi Minim Inovasi?

Apple membuat langkah mengejutkan dengan menghentikan penggunaan titanium pada iPhone 17 Pro dan Pro Max mendatang. Padahal, raksasa teknologi asal Cupertino ini baru memperkenalkan material mewah tersebut dua tahun lalu pada seri iPhone 15 Pro. Keputusan ini memicu perdebatan besar mengenai apakah penggunaan iPhone 17 Pro bermaterial premium selama ini hanyalah strategi pemasaran semata.

Saat ini, Apple memilih untuk kembali menggunakan aluminium sebagai kerangka utama perangkat flagship mereka. Perubahan strategi ini menunjukkan bahwa fungsionalitas teknis kini lebih menjadi prioritas daripada sekadar estetika mewah. Langkah ini juga diambil untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang muncul selama penggunaan material titanium pada generasi sebelumnya.

Audio-Technica ATH-SQ1TW2NC Rilis: Earbuds Mungil ANC Penuh Warna

Alasan Teknis di Balik Kembalinya Material Aluminium

Keputusan Apple ini bukan tanpa alasan kuat, terutama terkait dengan manajemen panas perangkat. Titanium memiliki sifat konduktivitas termal yang sangat buruk dibandingkan dengan aluminium atau baja tahan karat. Hal ini menyebabkan Apple Titanium sering mengalami masalah overheating saat menjalankan tugas berat seperti bermain game atau pengisian daya cepat.

Masalah suhu ini menjadi tantangan serius ketika Apple memperkenalkan chip A17 Pro yang sangat bertenaga. Untuk seri iPhone 17 Pro, penggunaan chip A19 Pro yang lebih canggih menuntut sistem pendinginan yang jauh lebih efisien. Oleh karena itu, aluminium menjadi pilihan logis karena mampu menghantarkan panas jauh lebih baik daripada titanium.

Efisiensi Produksi dan Target Keberlanjutan

Selain masalah teknis suhu, proses manufaktur titanium terbukti sangat kompleks dan mahal. Pemesinan titanium membutuhkan alat khusus dan waktu produksi yang lebih lama, sehingga menghasilkan biaya operasional yang tinggi. Apple melihat bahwa aluminium jauh lebih mudah dibentuk secara massal dengan biaya yang lebih terkendali.

Di sisi lain, penggunaan aluminium sejalan dengan target ambisius Apple dalam hal netralitas karbon. Aluminium memiliki jejak karbon yang lebih kecil dan lebih mudah didaur ulang dibandingkan titanium. Melalui kemitraan dengan peleburan aluminium rendah karbon, Apple memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Analisis Masa Depan Material Produk Apple

Pergeseran material ini juga membuka peluang baru bagi estetika desain iPhone 17 Pro. Tidak seperti titanium yang sulit diberi warna melalui proses anodisasi, aluminium memungkinkan Apple menghadirkan varian warna yang lebih beragam. Kabarnya, pilihan warna baru seperti biru tua dan oranye akan segera hadir untuk memanjakan para pengguna.

Meskipun ditinggalkan pada model Pro, titanium tidak akan hilang sepenuhnya dari lini produk Apple. Material ini tetap akan digunakan pada model "iPhone Air" yang memiliki desain sangat tipis. Pada perangkat yang sangat tipis, kekuatan struktural titanium sangat krusial untuk mencegah perangkat bengkok tanpa menambah beban yang signifikan.

Langkah berani ini membuktikan bahwa Apple bersedia mengoreksi strategi demi performa jangka panjang. Meskipun iPhone 17 Pro kehilangan label "Titanium", pengguna kemungkinan besar akan mendapatkan perangkat yang lebih dingin, lebih ringan, dan lebih efisien. Keputusan ini sekaligus mengakhiri era titanium sebagai material utama di jajaran ponsel flagship paling populer di dunia.