Xiaomi Respons Aturan TKDN Smartphone: Tetap Garap Produksi Lokal
- Istimewa
- Xiaomi berkomitmen melanjutkan produksi lokal meski aturan TKDN smartphone untuk produk asal AS mengalami relaksasi.
- Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian menyebut kewajiban TKDN kini lebih fokus pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.
- Strategi "Human x Car x Home" menjadi senjata utama Xiaomi memperkuat ekosistem teknologi di pasar domestik yang kompetitif.
Xiaomi Indonesia secara resmi menyatakan komitmennya untuk terus mendukung industri manufaktur lokal di tengah dinamika kebijakan TKDN smartphone. Pernyataan ini muncul menyusul adanya kesepakatan dagang bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat yang memberikan ruang bagi produk AS. Meski terdapat relaksasi regulasi, Xiaomi tetap memandang produksi dalam negeri sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat rantai pasok nasional.
Strategi Xiaomi Hadapi Dinamika TKDN Smartphone
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas perusahaan sejak awal. Menurutnya, pemenuhan TKDN smartphone bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif dari pemerintah. Langkah ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk berkontribusi pada pengembangan industri nasional secara berkelanjutan.
Pihak manajemen Xiaomi sangat menghormati kebijakan pemerintah terkait kerja sama ekonomi internasional, termasuk perjanjian The Agreement on Reciprocal Trade (ATR). Perusahaan terus memantau pergerakan pasar yang sangat kompetitif. Xiaomi kini fokus memperkuat fundamental bisnis melalui portofolio produk yang relevan di semua segmen harga bagi konsumen Indonesia.
Penjelasan Pemerintah Terkait Relaksasi TKDN
Pemerintah melalui Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, memberikan klarifikasi penting mengenai kebijakan ini. Beliau menyatakan bahwa kebijakan TKDN smartphone tetap berlaku ketat untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah. Namun, untuk produk yang dijual secara komersial langsung ke konsumen, pemerintah tidak memberikan syarat khusus yang membatasi.
Mekanisme pasar kini akan berjalan lebih terbuka berdasarkan prinsip persaingan usaha yang sehat. Produk impor maupun domestik harus bersaing secara mandiri melalui kualitas, inovasi teknologi, dan harga. Hal ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi produsen global seperti Xiaomi untuk membuktikan daya saing mereka di hadapan pengguna lokal.
Fokus Inovasi Ekosistem dan Dampak ke Depan
Guna menjaga dominasi di pasar tanah air, Xiaomi mulai mengimplementasikan strategi ekosistem "Human x Car x Home". Konsep ini mengintegrasikan perangkat personal, kendaraan pintar, serta produk AIoT dalam satu pengalaman pengguna yang mulus. Inovasi ini menjadi pembeda utama Xiaomi dalam menghadapi persaingan dengan merek global lainnya.
Ke depan, efektivitas kebijakan TKDN smartphone akan sangat bergantung pada respons masing-masing produsen dalam mengelola efisiensi biaya dan distribusi. Dengan tetap mempertahankan basis manufaktur lokal, Xiaomi optimistis mampu menghadirkan teknologi inklusif yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.