Xiaomi Tag Tracker Resmi Meluncur di MWC 2026, Siap Tantang AirTag
- xiaomi
Xiaomi kembali mencuri perhatian pasar teknologi global. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu memastikan akan merilis perangkat pelacak pintar terbarunya, Xiaomi Tag Tracker, dalam ajang teknologi terbesar dunia, Mobile World Congress 2026 di Barcelona. Peluncuran global dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026, sekaligus menandai langkah serius Xiaomi dalam meramaikan pasar smart tracker yang semakin kompetitif.
Kehadiran Xiaomi Tag Tracker bukan tanpa alasan. Di tengah gaya hidup serba cepat, banyak orang sering kali lupa menaruh kunci, dompet, hingga tas. Karena itu, perangkat pelacak berbasis Bluetooth menjadi solusi praktis yang semakin dibutuhkan. Xiaomi melihat peluang ini dan mencoba menghadirkan alternatif yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan fungsi utama.
Secara desain, Xiaomi Tag Tracker tampil ringkas dan ringan. Bobotnya hanya sekitar 10 gram dengan ketebalan 7,2 mm. Ukurannya yang kecil membuat perangkat ini mudah diselipkan di berbagai barang pribadi tanpa terasa mengganggu. Selain itu, Xiaomi menggunakan baterai koin tipe CR2032 yang diklaim mampu bertahan hingga satu tahun pemakaian normal. Artinya, pengguna tidak perlu sering mengganti baterai, sehingga lebih praktis untuk penggunaan jangka panjang.
Dari sisi teknologi, Xiaomi Tag Tracker memanfaatkan Bluetooth 5.4 untuk konektivitas yang lebih stabil dan efisien. Selain itu, perangkat ini juga dibekali NFC untuk mempermudah proses pairing dengan smartphone. Meskipun demikian, perangkat ini belum dilengkapi teknologi ultra-wideband atau UWB yang biasanya menawarkan akurasi pelacakan jarak dekat lebih presisi. Namun, laporan menyebutkan bahwa versi dengan dukungan UWB sedang dikembangkan dan kemungkinan akan diperkenalkan di masa mendatang.
Menariknya, Xiaomi tidak membatasi kompatibilitas hanya pada satu ekosistem. Perangkat ini mendukung jaringan Find My milik Apple serta ekosistem Find Hub milik Google. Dengan begitu, pengguna iOS maupun Android sama-sama bisa memanfaatkan fitur pelacakan secara optimal. Langkah ini tentu menjadi nilai tambah, mengingat banyak pelacak lain yang cenderung eksklusif pada ekosistem tertentu.
Jika dibandingkan dengan pesaingnya seperti Apple Inc. melalui produk Apple AirTag, atau Samsung Electronics lewat Samsung Galaxy SmartTag, Xiaomi mencoba mengambil jalur berbeda. Perusahaan ini menyasar konsumen yang ingin fitur pelacakan andal dengan harga lebih ramah di kantong. Bahkan, produk serupa dari Motorola seperti Moto Tag juga berada di segmen harga lebih tinggi.