Alasan Baterai HP Xiaomi Global Lebih Kecil Dibanding China
- Istimewa
- Regulasi transportasi internasional (ADR) membatasi kapasitas sel baterai tunggal di atas 20Wh untuk kategori pengiriman aman.
- Desain perangkat yang ramping tetap menjadi prioritas pasar internasional dibandingkan kapasitas baterai yang terlalu masif.
- Xiaomi mengoptimalkan HyperOS dan pengisian daya cepat untuk menjaga performa daya tahan baterai tetap kompetitif.
Banyak pengguna menyadari bahwa kapasitas baterai HP Xiaomi Global sering kali lebih rendah daripada versi yang rilis di China. Sebagai contoh, Xiaomi 17 versi China kabarnya mengusung baterai 7.000 mAh, sementara varian global hanya 6.300 mAh. Perbedaan ini bukanlah upaya pemangkasan biaya secara acak oleh perusahaan.
Kenyataannya, produsen menghadapi tantangan logistik yang sangat ketat di pasar internasional. Aturan ini memaksa vendor untuk menyesuaikan spesifikasi teknis demi kelancaran distribusi produk ke berbagai negara.
Regulasi Pengiriman Internasional Baterai HP Xiaomi Global
Penyebab utama kapasitas baterai HP Xiaomi Global lebih kecil berkaitan erat dengan aturan pengiriman barang berbahaya. Perjanjian Internasional tentang Pengangkutan Barang Berbahaya melalui Darat (ADR) menetapkan standar ketat untuk baterai lithium-ion.
Baterai dengan sel tunggal di atas 20Wh masuk dalam kategori barang berbahaya di Eropa dan Amerika. Secara teknis, kapasitas 20Wh setara dengan sekitar 5.200 mAh pada tegangan nominal smartphone. Jika melebihi batas ini, proses pengiriman menjadi sangat rumit dan memakan biaya tinggi.
Banyak maskapai kargo menolak pengiriman reguler untuk perangkat dengan kapasitas baterai besar. Mereka memerlukan dokumentasi khusus dan penanganan ekstra yang meningkatkan harga jual ponsel. Oleh karena itu, Xiaomi memilih menurunkan kapasitas agar tetap berada dalam batas aman logistik.
Tantangan Desain dan Konfigurasi Multi-Cell
Produsen sebenarnya bisa menggunakan sistem dua sel baterai untuk mengakali batas 20Wh tersebut. Namun, metode ini menambah kompleksitas teknik pada desain internal ponsel. Penggunaan dua sel membutuhkan ruang lebih besar, sirkuit pengisian daya tambahan, serta mekanisme keamanan yang lebih rumit.
Konsumen global cenderung lebih menyukai desain ponsel yang ramping dan estetis. Menambah ketebalan ponsel demi baterai jumbo sering kali dianggap merugikan dari sisi pemasaran. Akhirnya, Xiaomi memilih mengorbankan sedikit kapasitas demi menjaga bentuk ponsel tetap tipis.