iPhone Tak Bisa Pakai QRIS Tap? BI Ungkap Alasan & Upaya Tekan Apple!

iPhone Tak Bisa Pakai QRIS Tap? BI Ungkap Alasan & Upaya Tekan Apple!
Sumber :
  • BCA

Gadget – Pengguna iPhone di Indonesia masih belum bisa menikmati QRIS Tap, fitur pembayaran digital revolusioner yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) pada Maret 2025. Meski telah digunakan oleh ratusan ribu pengguna Android di sektor transportasi, restoran, dan perhotelan, keterbatasan teknis akibat kebijakan Apple menjadi penghalang utama.

Siap-siap! QRIS di Korea Selatan Berlaku Mulai April 2026

Namun, BI tidak tinggal diam. Melalui Deputi Gubernur Filianingsih, otoritas moneter mengungkap bahwa mereka telah berkomunikasi langsung dengan Apple baik kantor regional di Indonesia maupun markas pusat di Cupertino untuk membuka akses teknologi Near Field Communication (NFC) bagi pengembang pihak ketiga, termasuk aplikasi perbankan dan e-wallet lokal.

Artikel ini mengupas tuntas kendala teknis, upaya diplomasi BI, potensi solusi ala Uni Eropa, serta implikasi bagi masa depan inklusi keuangan digital di Indonesia.

iPhone 17 Air Turun Rp2,2 Juta! Ini Saatnya Beli Sebelum Harga Naik Lagi

Apa Itu QRIS Tap dan Mengapa Penting?

QRIS Tap adalah inovasi terbaru dalam ekosistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikembangkan BI. Berbeda dari metode QR biasa yang memindai kode melalui kamera, QRIS Tap memanfaatkan teknologi NFC cukup dengan menempelkan ponsel ke terminal pemindai, transaksi langsung terproses tanpa perlu membuka aplikasi atau kamera.

Harga iPhone Turun Serentak Akhir 2025, iPhone 13 hingga 16 Jadi Incaran Jelang 2026

Fitur ini menawarkan:

  • Kecepatan transaksi lebih tinggi (kurang dari 1 detik)
  • Kemudahan penggunaan di lingkungan gelap atau ramai
  • Keamanan lebih baik karena tidak bergantung pada koneksi internet real-time

Sejak peluncurannya, QRIS Tap telah mencatat lebih dari 475.000 transaksi, dengan pertumbuhan bulanan 7,9% dan nilai transaksi mencapai Rp4,6 miliar per bulan angka yang terus meningkat, terutama di sektor dengan frekuensi transaksi tinggi.

Mengapa iPhone Belum Bisa Pakai QRIS Tap?

Inti masalahnya terletak pada kebijakan tertutup Apple terhadap NFC. Di iPhone, chip NFC hanya diaktifkan untuk Apple Pay, layanan dompet digital eksklusif Apple yang belum tersedia di Indonesia. Artinya, meski iPhone sejak seri 6s sudah memiliki NFC, pengembang lokal seperti bank atau e-wallet tidak bisa mengaksesnya.

Filianingsih menjelaskan:

“Apple Indonesia maupun headquarter-nya sudah datang dan mereka akan mendalami fitur QRIS Tap untuk melihat kemungkinan membuka fitur NFC-nya seperti yang sudah mereka lakukan di Uni Eropa.”

Di Uni Eropa, Apple dipaksa membuka akses NFC setelah Komisi Eropa menetapkan aturan anti-monopoli (Digital Markets Act). Hasilnya, sejak 2024, pengembang pihak ketiga di Eropa bisa memanfaatkan NFC iPhone untuk pembayaran non-Apple Pay.

Namun, di Indonesia yang tidak memiliki regulasi serupa Apple masih memegang kendali penuh atas teknologi tersebut.

Dampak Kebijakan Apple terhadap Ekosistem Digital Indonesia

Ketidaktersediaan QRIS Tap di iPhone bukan sekadar masalah kenyamanan ia berpotensi menghambat inklusi keuangan digital. Pengguna iPhone di Indonesia, meski minoritas secara jumlah, cenderung berasal dari segmen ekonomi menengah-atas yang aktif dalam transaksi ritel, transportasi premium, dan pariwisata.

Tanpa akses QRIS Tap, mereka:

  • Terpaksa menggunakan metode QR konvensional yang lebih lambat
  • Kurang terlibat dalam ekosistem pembayaran nasional
  • Berpotensi beralih ke platform pembayaran asing jika Apple Pay suatu hari hadir

Bagi BI, ini bertentangan dengan visi digitalisasi sistem pembayaran nasional yang inklusif dan interoperabel.

Upaya BI: Diplomasi Teknologi dan Tekanan Regulasi

BI tidak hanya menunggu kebijakan Apple berubah. Otoritas ini tengah:

  • Melanjutkan dialog teknis dengan Apple untuk menunjukkan manfaat QRIS Tap bagi pengguna global
  • Mendorong koordinasi lintas-kementerian (termasuk Kominfo dan Kemenkeu) untuk mengevaluasi kerangka regulasi kompetisi digital
  • Mempersiapkan skenario alternatif, seperti integrasi QRIS Tap via Bluetooth LE atau UWB (Ultra-Wideband), meski solusi ini kurang ideal dibanding NFC

Filianingsih menegaskan bahwa BI akan terus mendorong interoperabilitas, termasuk memastikan semua perangkat tanpa diskriminasi merek bisa mendukung standar pembayaran nasional.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna iPhone Saat Ini?

Sementara menunggu kebijakan Apple berubah, pengguna iPhone tetap bisa:

  • Menggunakan QRIS standar (pindai kode via kamera)
  • Memanfaatkan e-wallet yang mendukung QRIS, seperti GoPay, OVO, atau DANA
  • Menghindari terminal QRIS Tap yang hanya menerima NFC

Namun, pengalaman pengguna jelas tidak optimal dibanding pengguna Android yang bisa menikmati kecepatan “tap & go”.

Prospek ke Depan: Akankah Apple Menyerah?

Peluang Apple membuka NFC di Indonesia masih terbuka, terutama jika:

  • Tekanan publik dan regulator meningkat
  • BI menunjukkan data adopsi QRIS Tap yang signifikan
  • Indonesia mulai mengadopsi kerangka hukum anti-monopoli digital

Namun, tanpa intervensi regulasi, Apple kemungkinan besar akan tetap mempertahankan kontrol eksklusif atas NFC-nya sebagai bagian dari strategi ekosistem tertutup yang menjadi fondasi bisnisnya.

Kesimpulan: Pertarungan Antara Standar Nasional dan Hegemoni Teknologi Asing

Kasus QRIS Tap vs iPhone bukan hanya soal teknologi ia adalah simbol pertarungan antara kedaulatan digital nasional dan dominasi platform global. BI berusaha membangun infrastruktur pembayaran yang netral, terbuka, dan inklusif. Sementara Apple, sebagai perusahaan multinasional, memprioritaskan kontrol atas pengalaman pengguna dan ekosistemnya.

Bagi Indonesia, ini adalah momentum untuk memperkuat regulasi teknologi digital dan memastikan bahwa inovasi lokal tidak dikerdilkan oleh kebijakan vendor asing. Sampai saat itu tiba, jutaan pengguna iPhone harus bersabar dan terus menempelkan harapan, bukan ponsel mereka, ke terminal pembayaran.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget