Samsung Integrasi Perplexity ke Galaxy AI, Ini Cara Kerjanya!

Samsung Integrasi Perplexity ke Galaxy AI, Ini Cara Kerjanya!
Sumber :
  • Gizmochina

GadgetSamsung memperluas visi ambisiusnya dalam dunia kecerdasan buatan dengan mengumumkan integrasi Perplexity salah satu mesin pencari berbasis AI terkemuka ke dalam Galaxy AI. Langkah ini menandai evolusi besar dari pendekatan Samsung: bukan lagi mengandalkan satu asisten AI tunggal seperti Bixby, melainkan membangun platform terbuka berbasis multi-agent yang mampu menyatukan berbagai layanan AI dalam satu pengalaman sistem yang mulus.

Samsung Pimpin Pasar Smartphone Eropa 2025, Apple Rekor!

Pengumuman ini bukan sekadar kolaborasi biasa. Ini adalah strategi fundamental Samsung untuk menjawab kebutuhan pengguna modern yang semakin sering menggunakan berbagai alat AI secara terpisah dari ChatGPT hingga Claude, dari Notion AI hingga Perplexity namun kesulitan mengintegrasikannya dalam alur kerja harian.

Dengan Perplexity sebagai mitra baru, Galaxy AI kini bertransformasi menjadi “pengarah” (orchestrator) yang menyatukan kemampuan berbagai AI dalam konteks sistem operasi Android, memungkinkan pengguna menyelesaikan tugas kompleks hanya dalam satu atau dua langkah, tanpa bolak-balik antar aplikasi.

Relaksasi TKDN Smartphone AS Ancam Samsung dan Xiaomi?

Artikel ini mengupas bagaimana integrasi Perplexity bekerja, manfaat nyata bagi pengguna, perangkat yang didukung, serta implikasi strategis langkah ini bagi masa depan ekosistem Samsung.

Galaxy AI Kini Jadi Platform Terbuka Berbasis Multi-Agent

Mini PC Murah Samsung Galaxy S20 FE: Gaming Steam di Bawah 1 Juta

Sebelumnya, Galaxy AI hadir sebagai kumpulan fitur AI terisolasi misalnya penerjemah real-time di panggilan, ringkasan teks di browser, atau edit foto di Galeri. Namun, pembaruan terbaru membawa perubahan paradigma:
Galaxy AI kini beroperasi di level sistem, bukan hanya di dalam aplikasi.

Ini berarti AI bisa memahami konteks aktivitas pengguna secara menyeluruh misalnya, saat Anda membaca artikel di Browser, lalu membuka Notes untuk mencatat, AI dapat menyarankan ringkasan otomatis berdasarkan konten yang sedang Anda baca, tanpa perlu menyalin-tempel manual.

Dengan pendekatan multi-agent, Samsung tidak memaksakan satu model AI untuk semua tugas. Sebaliknya, ia memilih spesialis terbaik untuk setiap kebutuhan:

  • Untuk pencarian faktual dan riset mendalam → Perplexity
  • Untuk produktivitas dokumen → Microsoft Copilot (via integrasi Windows)
  • Untuk kreativitas visual → model internal Samsung

Dan semuanya diatur oleh Galaxy AI sebagai koordinator pusat, memastikan antarmuka tetap konsisten dan interaksi tetap intuitif.

Perplexity: Mengapa Samsung Memilihnya?

Perplexity bukanlah asisten percakapan biasa. Ia dikenal sebagai “AI search engine” yang:

  • Memberikan jawaban berbasis fakta dengan sumber terverifikasi
  • Tidak “mengarang” informasi (minim hallucination)
  • Dirancang untuk riset cepat, jurnalisme, dan pengambilan keputusan

Fitur ini sangat cocok untuk pengguna Galaxy yang membutuhkan informasi akurat dalam konteks profesional atau edukasi misalnya mahasiswa yang menulis makalah, jurnalis yang memverifikasi data, atau eksekutif yang butuh insight pasar instan.

Dengan integrasi ini, pengguna tidak perlu lagi membuka situs Perplexity atau aplikasi terpisah. Cukup aktifkan via perintah suara atau tekan lama tombol samping, dan Perplexity langsung siap membantu bahkan saat Anda sedang di aplikasi Notes, Calendar, Gallery, Reminder, atau Clock.

Contoh penggunaan:

  • Di Notes: “Rangkum poin utama dari catatan rapat tadi dan cari data pendukung terbaru tentang tren AI di Asia.”
  • Di Calendar: “Cari tahu apakah cuaca di Bali akan hujan saat saya liburan minggu depan.”
  • Di Gallery: “Buat deskripsi profesional untuk foto produk ini agar bisa dipakai di media sosial.”

Semua permintaan itu diproses oleh Perplexity + model bahasa Samsung, menggabungkan kecepatan akses dengan kedalaman riset.

Cara Mengakses Perplexity di Galaxy AI

Samsung merancang akses ke Perplexity agar secepat dan semudah mungkin:

  • Voice command: Ucapkan frasa khusus (misalnya “Hey Galaxy, tanyakan ke Perplexity…”)
  • Hardware shortcut: Tekan lama tombol samping (seperti cara mengaktifkan Bixby)
  • Contextual trigger: Muncul otomatis sebagai opsi saat sistem mendeteksi kebutuhan riset

Setelah aktif, Perplexity berjalan di dalam overlay sistem, sehingga tetap bisa melihat konten aplikasi sebelumnya tanpa keluar dari konteks.

Hasil pencarian atau analisis juga bisa disalin langsung ke aplikasi lain, disimpan ke Notes, atau dibagikan ke WhatsApp semua dalam satu alur kerja tanpa gangguan.

Perangkat yang Didukung dan Jadwal Rilis

Samsung belum mengumumkan daftar lengkap perangkat yang akan menerima pembaruan ini. Namun, berdasarkan pola peluncuran Galaxy AI sebelumnya, kemungkinan besar fitur ini akan hadir pertama kali di:

  • Galaxy S25 Series (rilis awal 2026)
  • Galaxy Z Fold 7 & Flip 7
  • Galaxy Tab S10 Series

Pengguna Galaxy S24 Series mungkin juga mendapatkannya via pembaruan One UI 7.1 atau 8.0, mengingat Samsung berkomitmen memberikan dukungan AI selama minimal 7 tahun.

Tanggal rilis pasti dan cakupan regional akan diumumkan dalam acara Samsung Unpacked 2026 atau melalui blog resmi Samsung Newsroom.

Implikasi Strategis: Samsung vs Apple vs Google dalam Perlombaan AI

Langkah ini menempatkan Samsung dalam posisi unik di tengah persaingan AI antar raksasa teknologi:

  • Apple fokus pada AI privat di perangkat (Apple Intelligence), tertutup dan eksklusif.
  • Google mengintegrasikan Gemini ke seluruh layanan, tapi tetap berpusat pada ekosistem Google.
  • Samsung justru memilih keterbukaan: mengundang mitra eksternal seperti Perplexity untuk memperkaya pengalaman pengguna.

Strategi ini berisiko karena lebih sulit menjaga konsistensi tapi juga berpotensi besar. Dengan memberi pengguna kebebasan memilih agen AI favorit, Samsung bisa menarik segmen pengguna yang tidak ingin dikunci dalam satu sistem tertutup.

Ini juga membuka pintu bagi integrasi mitra lain di masa depan seperti Claude dari Anthropic, Copilot dari Microsoft, atau bahkan model open-source lokal untuk pasar tertentu.

Kesimpulan: Galaxy AI Bukan Sekadar Fitur Ini Platform Masa Depan

Integrasi Perplexity ke Galaxy AI bukan sekadar tambahan fitur. Ini adalah manifesto Samsung tentang bagaimana AI seharusnya bekerja:

  • Tidak menggantikan manusia, tapi memperkuat alur kerja manusia dengan alat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam konteks yang relevan.
  • Dengan pendekatan multi-agent dan sistem-level orchestration, Samsung menunjukkan bahwa masa depan AI bukan tentang siapa punya model terbesar, tapi siapa paling pandai menyatukan berbagai kecerdasan menjadi satu pengalaman yang manusiawi.

Bagi pengguna, artinya satu: smartphone Anda akan semakin seperti asisten pribadi yang benar-benar paham apa yang Anda butuhkan bahkan sebelum Anda sempat memintanya.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget