Nasib Meizu 23 di Ujung Tanduk, Bisnis Smartphone Meizu Terancam

Nasib Meizu 23 di Ujung Tanduk, Bisnis Smartphone Meizu Terancam
Sumber :
  • Istimewa

Nothing Phone 4a Segera Hadir: Bocoran Desain Pink dan Glyph Bar
  • Laporan internal mengklaim pembatalan pengembangan seri flagship Meizu 23 secara mendadak.
  • Xingji Meizu berencana merestrukturisasi unit bisnis ponsel dan melakukan PHK massal tim terkait.
  • Flyme Auto akan beroperasi secara mandiri di bawah ekosistem otomotif Geely melalui Yikatong.

TECNO POVA Curve 2 5G: HP Baterai 8000mAh Tertipis Resmi Rilis

Industri teknologi China kini sedang gempar dengan kabar mengejutkan mengenai bisnis smartphone Meizu. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Xingji Meizu berencana menghentikan operasional divisi ponsel mereka dalam waktu dekat. Kabar ini semakin diperkuat dengan rumor pembatalan peluncuran seri flagship Meizu 23 yang sangat penggemar nantikan.

Rumor Penghentian Operasional Bisnis Smartphone Meizu

Bocoran Samsung Galaxy S26 Ultra: Layar Privasi & Isu Panas

Informasi ini pertama kali mencuat melalui platform jaringan profesional Maimai. Seorang pengguna anonim mengungkapkan bahwa Xingji Meizu akan membubarkan tim pengembang ponsel mereka sepenuhnya. Perusahaan kabarnya menawarkan kompensasi N+1 bagi karyawan yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) ini.

Proses restrukturisasi besar-besaran ini kabarnya akan selesai pada Maret mendatang. Selain itu, manajemen meminta staf yang memiliki saham perusahaan untuk berkonsultasi langsung dengan HR. Langkah drastis ini menandakan adanya pergeseran fokus yang sangat signifikan dalam strategi bisnis perusahaan.

Masa Depan Flyme Auto dan Ekosistem Geely

Meskipun unit ponsel mengalami ketidakpastian, unit Flyme Auto justru akan tetap bertahan. Flyme Auto kabarnya akan beroperasi secara independen di bawah kendali pimpinan baru. Unit ini nantinya akan terintegrasi langsung dengan Yikatong, sebuah perusahaan pendukung ekosistem otomotif milik Geely.

Namun demikian, brand Meizu diprediksi tidak akan hilang sepenuhnya dari pasar. Subsidiari Geely lainnya kemungkinan tetap menggunakan nama Meizu untuk produk teknologi yang relevan. Hal ini bertujuan untuk menjaga nilai merek yang sudah melekat kuat di hati konsumen selama bertahun-tahun.

Tantangan Produksi dan Nasib Meizu 23 ke Depan

Sebelumnya, bocoran dari tipster Digital Chat Station memang sudah memberi sinyal buruk bagi industri. Kenaikan biaya chipset dan memori yang melonjak memaksa banyak brand menunda peluncuran produk flagship. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu utama hambatan pada pengembangan Meizu 23.

Padahal, pihak eksekutif perusahaan sempat menjanjikan bahwa seri ini akan hadir dengan bezel tertipis sepanjang sejarah brand. Namun, kendala manufaktur dan tekanan biaya produksi yang tinggi tampaknya telah mengubah rencana tersebut. Hingga saat ini, pihak Xingji Meizu belum memberikan pernyataan resmi terkait simpang siurnya kabar ini.

Langkah perusahaan dalam mengalihkan fokus ke sektor otomotif menunjukkan realitas baru di pasar gadget global. Persaingan yang semakin ketat dan biaya modal yang membengkak membuat bisnis smartphone Meizu harus beradaptasi demi kelangsungan jangka panjang. Para penggemar kini hanya bisa menunggu kejelasan mengenai status produksi seri Meizu 23 selanjutnya.