Laris Manis! Pasar Smartphone Afrika 2025 Naik 13 Persen

Laris Manis! Pasar Smartphone Afrika 2025 Naik 13 Persen
Sumber :
  • Istimewa

Unix UX-1519 NEOM: Power Bank 10,000mAh Desain Industrial
  • Pengapalan smartphone di Afrika mencapai 84,4 juta unit sepanjang tahun 2025.
  • Transsion Holdings mendominasi pasar dengan penguasaan pangsa mencapai 48 persen.
  • Afrika Selatan dan Nigeria menjadi motor utama pertumbuhan di kawasan Sub-Sahara.
  • Tantangan inflasi memicu prediksi penurunan pasar secara signifikan pada tahun 2026.

Samsung Galaxy S26 vs S26+ vs S26 Ultra: Simak Perbedaannya

Industri teknologi mencatat sejarah baru di benua hitam sepanjang tahun lalu. Laporan terbaru Omdia mengungkapkan bahwa pasar smartphone Afrika 2025 tumbuh pesat hingga 13 persen secara tahunan (YoY).

Total pengapalan mencapai angka fantastis 84,4 juta unit. Angka ini menandai pemulihan tercepat sejak tahun 2021. Lonjakan signifikan terjadi pada kuartal keempat yang naik 14 persen menjadi 23,1 juta unit.

Fitur Now Nudge Samsung Galaxy S26: Saingan Berat Pixel AI!

Faktor Pendorong Pasar Smartphone Afrika 2025

Beberapa faktor kunci mendorong akselerasi pasar di akhir tahun. Program pembiayaan yang luas dan stabilitas mata uang di pasar utama membantu daya beli masyarakat.

Selain itu, perluasan jaringan 4G mempercepat transisi pengguna. Beberapa negara seperti Afrika Selatan dan Mesir juga mulai mengadopsi teknologi 5G lebih awal. Promosi hari raya dan strategi harga agresif turut memperkuat permintaan konsumen.

Dominasi Transsion dan Persaingan Brand Global

Transsion masih menjadi raja yang tak tergoyahkan di wilayah ini. Melalui merek TECNO, Infinix, dan itel, mereka menguasai 48 persen pangsa pasar. Perusahaan ini berhasil mengirimkan lebih dari 40,5 juta unit sepanjang tahun.

Namun, posisi Transsion mulai mendapat tekanan di segmen entry-level pada kuartal keempat. Di sisi lain, Samsung mengamankan posisi kedua dengan pertumbuhan 27 persen pada Q4. Seri Galaxy A menjadi senjata utama Samsung untuk menarik minat kelas menengah.

Merek lain seperti Xiaomi, Honor, dan Oppo juga menunjukkan performa solid. Mereka fokus pada ekspansi perangkat 4G dan portofolio kelas menengah yang kompetitif.

Analisis Regional dan Pergeseran Tren Konsumen

Afrika Selatan memimpin pertumbuhan negara dengan kenaikan mencapai 38 persen. Permintaan ponsel prabayar di bawah harga $100 menjadi pendorong utama di sana. Nigeria mengikuti di posisi kedua dengan pertumbuhan sebesar 25 persen.

Mesir mencatat pertumbuhan 22 persen berkat kebijakan manufaktur lokal yang kuat. Sementara itu, Kenya hanya tumbuh tipis 3 persen karena tekanan biaya hidup. Sebaliknya, Maroko mengalami penurunan 3 persen akibat kenaikan tarif impor.

Saat ini, smartphone mencakup 55 persen dari total pengapalan ponsel di Afrika. Tren ini menunjukkan masyarakat mulai meninggalkan feature phone demi perangkat yang lebih pintar.

Proyeksi Pasar dan Tantangan Ekonomi Masa Depan

Meskipun sukses besar, tantangan berat mulai membayangi para produsen. Perangkat di bawah harga $200 masih mendominasi 81 persen pasar. Hal ini membuat vendor rentan terhadap kenaikan biaya komponen global.

Omdia memprediksi pengapalan akan menurun hingga 23 persen pada tahun 2026. Inflasi yang tinggi dan manajemen stok yang ketat menjadi penyebab utama prediksi lesu tersebut.

Meski demikian, pencapaian pasar smartphone Afrika 2025 tetap menjadi bukti ketahanan ekonomi digital di kawasan tersebut. Momentum ini diharapkan dapat menjaga ekosistem teknologi tetap stabil di tengah ketidakpastian global.