Google Blokir Trik YouTube Gratisan, Background Play Kini Hanya untuk Premium!
- Youtube
Google Akhirnya Bertindak: “Kami Ingin Konsistensi di Seluruh Platform”
Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh GSM Arena dan dilansir KompasTekno, Google menjelaskan:
“Pemutaran di latar belakang merupakan fitur yang memang ditujukan secara eksklusif untuk anggota YouTube Premium. Meski sebelumnya sebagian pengguna non-Premium bisa mengakses fitur ini melalui browser web di ponsel dalam kondisi tertentu, kami telah memperbarui pengalaman tersebut untuk memastikan konsistensi di seluruh platform kami.”
Artinya, tidak peduli browser apa yang digunakan, jika pengguna tidak berlangganan YouTube Premium, video akan otomatis berhenti saat layar dimatikan atau aplikasi keluar dari fokus.
Pembaruan ini berlaku secara global dan mulai diterapkan secara bertahap sejak akhir Oktober 2025, menyusul lonjakan laporan pengguna yang mengeluhkan “fitur tiba-tiba tidak berfungsi”.
Dampak Langsung bagi Pengguna Non-Premium
Bagi jutaan pengguna yang selama ini mengandalkan trik ini, perubahan ini berarti:
- Tidak bisa lagi mendengarkan musik YouTube sambil menggunakan aplikasi lain
- Harus membuka layar aktif terus-menerus jika ingin audio tetap berjalan
- Dorongan implisit untuk beralih ke YouTube Premium
Beberapa pengguna mencoba solusi alternatif seperti:
- Menggunakan aplikasi pihak ketiga (berisiko keamanan)
- Mengunduh video via situs eksternal (melanggar ToS)
- Beralih ke Spotify atau platform audio lain
Namun, Google tampaknya tidak akan berkompromi. Strategi ini sejalan dengan tren industri digital: mengubah fitur utilitas menjadi aset berbayar guna mendorong pertumbuhan pendapatan langganan.
Mengapa Sekarang? Tekanan Monetisasi dan Persaingan Streaming
Keputusan Google tidak datang dari ruang hampa. Beberapa faktor mendorong langkah ini:
Pertumbuhan melambat YouTube Premium – meski populer, penetrasi langganan masih jauh di bawah Spotify atau Netflix di banyak negara.
- Kebocoran pendapatan – jutaan pengguna “gratisan” menikmati fitur premium tanpa kontribusi finansial.
- Konsistensi ekosistem – Google ingin memastikan nilai YouTube Premium tetap tinggi di mata konsumen.
Dengan menutup celah ini, Google berharap konversi pengguna gratis ke berbayar akan meningkat signifikan terutama di pasar Asia Tenggara dan India, di mana penggunaan browser pihak ketiga sangat dominan.