Keamanan Siber Perempuan: Urgensi Fitur Proteksi di Smartphone
Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB
Sumber :
- Istimewa
Dampak dan Analisis Ke Depan
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menambahkan bahwa banyak korban tidak menyadari risiko digital sebagai bentuk kekerasan. Minimnya pemahaman ini membuat ancaman sering dianggap sebagai bagian normal dari kehidupan online. Pendekatan SHECURE Digital berusaha menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut secara relevan.
Laporan Malwarebytes juga memperkuat fakta bahwa kejahatan online tidak menyerang semua orang secara setara. Kelompok dengan hambatan sosial-ekonomi cenderung lebih rentan menjadi target serangan. Melalui penguatan keamanan siber perempuan, pemerintah berharap masa depan digital Indonesia menjadi ruang yang lebih inklusif dan aman bagi semua pihak.