Waspada Penipuan Digital Ramadan, Komdigi Berantas Fake BTS

Waspada Penipuan Digital Ramadan, Komdigi Berantas Fake BTS
Sumber :
  • Istimewa

Samsung Galaxy S26 vs Vivo X300: Mana Flagship Terbaik 2026?
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperketat pengawasan terhadap pemancar ilegal atau fake BTS.
  • Penipuan digital diprediksi mengalami lonjakan signifikan selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.
  • Masyarakat diminta waspada terhadap SMS palsu dari sumber resmi dan modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp.

Samsung Galaxy S26 Plus vs iPhone 17 Pro: Mana Lebih Layak?

Kasus penipuan digital di Indonesia diprediksi akan meningkat tajam menjelang momen Lebaran 2026. Menanggapi ancaman tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera melakukan mitigasi risiko secara menyeluruh.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa salah satu langkah prioritas pemerintah adalah menertibkan pemancar ilegal. Perangkat yang dikenal sebagai fake base transceiver station (fake BTS) ini sering menjadi alat utama pelaku kejahatan.

Komdigi: Implementasi PP TUNAS Efektif Berlaku Maret 2026

"Kita harus memahami bahwa setiap menjelang Lebaran, potensi scam atau penipuan digital pasti bertambah, termasuk melalui fake BTS," ujar Meutya dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Modus Fake BTS dalam Penipuan Digital

Pelaku kejahatan siber menggunakan fake BTS untuk menyebarkan SMS palsu secara massal. Pesan-pesan tersebut sering kali terlihat seolah-olah berasal dari instansi resmi atau platform tepercaya untuk menjebak korban.

Meutya menegaskan bahwa mitigasi tidak hanya menyasar jalur SMS konvensional. Pemerintah juga memantau ketat potensi penipuan digital yang menyusup melalui aplikasi pesan instan populer seperti WhatsApp.

Selain itu, sektor e-commerce turut menjadi perhatian serius selama musim belanja Ramadan. Masyarakat diimbau untuk hanya melakukan transaksi melalui platform belanja daring yang sudah terverifikasi dan memiliki reputasi keamanan yang baik.

Tantangan Deteksi Perangkat Ilegal

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mendukung penuh langkah Komdigi dalam memberantas pemancar ilegal. Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir, menyebut keberadaan fake BTS sangat meresahkan industri telekomunikasi.

Namun, Marwan mengakui bahwa mendeteksi perangkat ini di lapangan bukanlah perkara mudah. Para pelaku kini menggunakan teknologi yang semakin canggih dan bersifat mobile, sehingga lokasi pemancar sering berpindah-pindah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penipuan digital saat ini memiliki banyak variasi. Mulai dari modus hadiah palsu, lowongan kerja fiktif, hingga pengiriman berkas APK berbahaya yang dapat menguras isi rekening korban.

Halaman Selanjutnya
img_title