Motorola Edge 50 Ultra vs Razr 60 Ultra: Duel Flagship Kencang dan Stylish
- Youtube
Persaingan ponsel flagship Motorola kembali memanas. Kali ini, dua perangkat premium dari satu keluarga namun dengan pendekatan berbeda saling berhadapan, yakni Motorola Edge 50 Ultra dan Motorola Razr 60 Ultra. Keduanya sama-sama menyasar segmen atas, tetapi menawarkan filosofi desain, performa, serta pengalaman penggunaan yang tidak sepenuhnya sama. Oleh karena itu, membandingkan keduanya menjadi langkah penting sebelum menentukan pilihan.
Dari sisi desain, Motorola Edge 50 Ultra tampil sebagai ponsel konvensional berlayar penuh dengan bodi solid. Ketebalannya mencapai 8,6 mm dengan bobot 197 gram, sehingga masih terasa kokoh namun tetap nyaman digenggam. Di sisi lain, Motorola Razr 60 Ultra hadir dengan desain lipat yang ikonik. Ketebalannya hanya 7,2 mm saat terbuka, meskipun bobotnya sedikit lebih berat di angka 199 gram. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Razr lebih mengutamakan gaya dan portabilitas, sementara Edge fokus pada kestabilan dan ergonomi.
Soal ketahanan, Edge 50 Ultra dibekali sertifikasi IP68 yang berarti tahan debu dan mampu bertahan saat terendam air. Sementara itu, Razr 60 Ultra mengantongi sertifikasi IPX8 yang fokus pada ketahanan air, namun tanpa perlindungan debu. Menariknya, Edge juga unggul dalam indeks reparabilitas dengan skor 7,7, jauh di atas Razr yang hanya meraih 3,4. Artinya, Edge lebih ramah untuk perbaikan jangka panjang dan berpotensi menekan limbah elektronik.
Beralih ke sektor layar, kedua ponsel sama-sama menggunakan panel OLED/AMOLED berkualitas tinggi. Namun, Edge 50 Ultra hadir dengan layar 6,7 inci beresolusi 1220 x 2712 piksel dan kepadatan 446 ppi. Razr 60 Ultra sedikit lebih besar dengan layar 7 inci dan resolusi 1224 x 2912 piksel, meski kepadatan pikselnya lebih rendah. Keunggulan Razr terletak pada refresh rate 165Hz yang membuat animasi terasa sangat mulus. Sementara itu, Edge mengimbanginya dengan tingkat kecerahan hingga 2800 nits serta perlindungan Gorilla Glass Victus.
Dari segi performa, perbedaan mulai terasa signifikan. Motorola Edge 50 Ultra ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 3 yang dipadukan RAM 16GB dan penyimpanan internal 1TB. Performa ini sudah sangat mumpuni untuk multitasking dan gaming berat. Namun, Motorola Razr 60 Ultra melangkah lebih jauh dengan Snapdragon 8 Elite yang mencatat skor AnTuTu lebih tinggi. Meski skor single-core Geekbench Edge sedikit unggul, Razr tampil dominan pada pengolahan grafis berkat GPU Adreno 830.
Pada sektor kamera, Edge 50 Ultra menawarkan konfigurasi tiga kamera belakang dengan kombinasi 64 MP, 50 MP, dan 50 MP. Sementara Razr 60 Ultra mengusung dua kamera utama 50 MP. Keduanya sama-sama mendukung optical image stabilization dan kamera depan 50 MP. Namun, Edge masih unggul berkat dukungan dual-tone LED flash dan kemampuan perekaman video 4K 60 fps. Sebaliknya, Razr memikat pengguna kreatif dengan kemampuan merekam hingga resolusi 8K meski pada 30 fps.
Sistem operasi menjadi pembeda berikutnya. Edge 50 Ultra masih menjalankan Android 14, sedangkan Razr 60 Ultra sudah langsung mengusung Android 15. Meski demikian, keduanya sama-sama dibekali fitur privasi modern seperti kontrol kamera dan mikrofon, pemblokiran pelacakan aplikasi, hingga machine learning berbasis perangkat. Dengan kata lain, pengalaman pengguna tetap terasa aman dan personal di kedua perangkat.
Untuk urusan daya, Motorola Edge 50 Ultra dibekali baterai 4.500 mAh dengan pengisian cepat 125W yang sangat agresif. Bahkan, pengisian nirkabelnya mencapai 50W dan mendukung reverse wireless charging hingga 10W. Sebaliknya, Razr 60 Ultra membawa baterai sedikit lebih besar 4.700 mAh, namun kecepatan pengisian kabelnya hanya 68W. Selain itu, Razr tidak menyertakan charger di dalam kotak penjualan, berbeda dengan Edge yang masih memberikan adaptor bawaan.
Pada sektor audio, kedua ponsel sama-sama mengandalkan speaker stereo dan tiga mikrofon. Namun, Razr 60 Ultra unggul dalam dukungan codec audio Bluetooth seperti aptX HD, aptX Adaptive, hingga aptX Lossless. Edge 50 Ultra justru mengandalkan LDAC dari Sony untuk kualitas audio resolusi tinggi. Pilihan ini kembali bergantung pada preferensi pengguna.
Secara keseluruhan, Motorola Edge 50 Ultra cocok bagi pengguna yang menginginkan ponsel flagship tangguh dengan pengisian super cepat, kamera lengkap, serta kemudahan perbaikan. Sebaliknya, Motorola Razr 60 Ultra lebih pas bagi mereka yang mengutamakan desain futuristik, performa tertinggi, dan pengalaman audio nirkabel premium. Keduanya mencerminkan ambisi Motorola dalam menghadirkan inovasi di kelas atas dengan karakter yang berbeda.