SHECURE Digital: Cara KemenPPPA Lindungi 142 Juta Wanita Indonesia
- Istimewa
- Inisiatif SHECURE Digital hasil kolaborasi KemenPPPA, UNFPA, dan PT ITSEC Asia Tbk (CYBR).
- Program ini menyasar perlindungan bagi 142 juta perempuan Indonesia melalui aplikasi IntelliBroń.
- Data SAFEnet mencatat 2.382 kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sepanjang tahun 2025.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama UNFPA dan PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) resmi meluncurkan gerakan SHECURE Digital. Langkah strategis ini bertujuan memberikan perlindungan nyata bagi jutaan perempuan di ruang siber Indonesia.
Melalui sinergi ini, jutaan smartphone milik perempuan kini berpotensi terproteksi secara sistematis oleh aplikasi IntelliBroń. Program ini hadir sebagai respons cepat terhadap meningkatnya risiko kejahatan digital yang menyasar kelompok rentan.
Urgensi SHECURE Digital di Tengah Ancaman KBGO
Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup untuk menjaga keamanan warga di dunia maya. Pemerintah kini mengedepankan sentuhan teknologi mumpuni guna membangun ekosistem digital yang lebih aman bagi wanita.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri semester I/2025, populasi perempuan mencapai 142 juta jiwa atau 49% dari total penduduk. Namun, besarnya populasi ini juga beriringan dengan tingginya angka risiko serangan siber.
SAFEnet mencatat setidaknya 2.382 kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) terjadi sepanjang 2025. Mayoritas korban berada pada rentang usia produktif, yakni 18 hingga 25 tahun, yang aktif menggunakan media sosial.
Teknologi IntelliBroń dan Pilar Perlindungan Data
Program SHECURE Digital berdiri di atas tiga pilar utama: pencegahan, perlindungan, serta pemberdayaan. Salah satu inovasi teknis yang diperkenalkan adalah fitur SHECURE SHIELD yang didukung oleh teknologi IntelliBroń.
Aplikasi ini mengedepankan prinsip privacy first, sehingga pengguna tetap memiliki kendali penuh atas data pribadi mereka. ITSEC Asia merancang solusi ini agar mudah dioperasikan oleh perempuan maupun anak-anak untuk menangkal ancaman publikasi data.
Menariknya, insiden KBGO paling sering terdeteksi pada platform pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram. Oleh karena itu, kehadiran proteksi aktif pada smartphone menjadi sangat krusial untuk mencegah pemerasan serta pelecehan seksual secara daring.
Langkah Strategis Memperkuat Ruang Digital Aman
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyatakan optimismenya dalam menjangkau pasar Indonesia yang sangat luas. Perusahaan menargetkan perlindungan bagi 140 juta pengguna smartphone melalui solusi keamanan siber yang inklusif.
Kecepatan perkembangan teknologi seringkali melampaui kemampuan adaptasi regulasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta melalui SHECURE Digital menjadi kunci utama dalam meminimalkan celah serangan siber di masa depan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya melindungi data, tetapi juga memberdayakan perempuan agar lebih berani beraktivitas di ruang digital tanpa rasa takut. Dengan perlindungan teknologi yang tepat, privasi dan keamanan masyarakat Indonesia dapat tetap terjaga secara berkelanjutan.