Pusat Data AWS UEA Terbakar, Layanan Cloud Terganggu

Pusat Data AWS UEA Terbakar, Layanan Cloud Terganggu
Sumber :
  • Istimewa

PP TUNAS: idEA Minta Keseimbangan Perlindungan Anak & Digital
  • Pusat data Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab terbakar setelah terkena hantaman benda misterius.
  • Insiden ini menyebabkan gangguan layanan AWS secara regional bagi sejumlah besar pengguna.
  • Kebakaran terjadi bersamaan dengan serangan rudal Iran ke pangkalan sekutu AS di Timur Tengah.
  • AWS telah mengalihkan lalu lintas data ke zona lain untuk meminimalkan dampak gangguan sistem.

Roadmap Bnetfit 2026: Bangun Ekosistem Digital Nasional

Layanan AWS terganggu di wilayah Uni Emirat Arab (UEA) setelah sebuah benda tak dikenal menghantam pusat data perusahaan tersebut. Insiden yang memicu kebakaran hebat ini terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore waktu setempat. Manajemen Amazon Web Services Inc. segera bergerak untuk menangani dampak gangguan operasional di kawasan regional tersebut.

Hantaman Benda Misterius di Pusat Data AWS

Tren Belanja Ramadan Lazada: Konsumen Pilih Produk Berkualitas

Pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa salah satu zona ketersediaan (availability zone) mereka mengalami kerusakan fisik serius. Benda asing yang menghantam fasilitas tersebut menimbulkan percikan api dan kebakaran besar di area pusat data. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 16.30 waktu Dubai dan segera memicu protokol darurat.

Petugas pemadam kebakaran setempat segera mematikan aliran listrik dan generator utama untuk menjinakkan si jago merah. Langkah ini secara langsung menghentikan operasional fasilitas tersebut hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Akibatnya, banyak pengguna melaporkan bahwa layanan AWS terganggu saat mengakses aplikasi yang bergantung pada infrastruktur UEA.

Kaitan dengan Ketegangan Geopolitik Regional

Insiden ini terjadi saat suhu politik di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi. Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak sebagai balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut menyasar berbagai pangkalan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk di Qatar, Kuwait, hingga Arab Saudi.

Meskipun demikian, AWS belum memberikan pernyataan resmi apakah pusat data mereka sengaja menjadi target serangan. Perusahaan raksasa teknologi ini masih fokus pada upaya pemulihan infrastruktur yang terdampak. Saat ini, tim teknis sedang mengevaluasi tingkat kerusakan pada perangkat keras server di lokasi tersebut.

Mitigasi Layanan dan Keberlangsungan Bisnis

Amazon Web Services memastikan bahwa infrastruktur global mereka tetap aman meski layanan AWS terganggu di satu titik. AWS saat ini mengoperasikan 123 pusat data yang tersebar di 39 wilayah di seluruh dunia. Skala operasional yang luas ini memungkinkan perusahaan melakukan mitigasi risiko dengan cepat.

Halaman Selanjutnya
img_title