Snapdragon Wear Elite Resmi Meluncur, Performa 5 Kali Lipat untuk Smartwatch Wear OS
- snapdragon
Pada ajang Mobile World Congress 2026, Qualcomm kembali menunjukkan ambisinya di pasar wearable dengan memperkenalkan platform terbaru bernama Snapdragon Wear Elite. Kehadiran chipset ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan jam tangan pintar berbasis Wear OS akan memasuki babak baru yang lebih serius, terutama dalam hal performa dan kecerdasan buatan atau AI.
Sejak beberapa tahun terakhir, perangkat wearable memang berkembang pesat. Namun, di sisi lain, banyak pengguna masih mengeluhkan performa yang terasa terbatas, daya tahan baterai yang belum optimal, serta fitur AI yang belum benar-benar maksimal. Karena itu, peluncuran Snapdragon Wear Elite bisa dibilang sebagai langkah strategis Qualcomm untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat posisinya di segmen premium.
Snapdragon Wear Elite dibangun dengan proses fabrikasi 3 nanometer. Artinya, chipset ini menggunakan teknologi manufaktur yang lebih canggih dan efisien dibanding generasi sebelumnya. Semakin kecil ukuran fabrikasi, maka semakin tinggi efisiensi daya dan potensi performa yang bisa dihasilkan. Dengan kata lain, smartwatch masa depan berpeluang menghadirkan kinerja setara ponsel kelas atas, tetapi dalam ukuran perangkat yang jauh lebih ringkas.
Menariknya, untuk pertama kalinya di lini wearable Qualcomm, arsitektur big.LITTLE diterapkan pada chipset ini. Konfigurasi tersebut menggabungkan satu inti performa berkecepatan hingga 2,1GHz dengan empat inti efisiensi yang berjalan di 1,95GHz. Pendekatan ini memungkinkan perangkat membagi beban kerja secara cerdas. Ketika pengguna menjalankan aplikasi berat, inti utama akan bekerja maksimal. Sebaliknya, untuk tugas ringan seperti notifikasi atau pelacakan aktivitas, inti efisiensi akan mengambil alih agar konsumsi daya tetap rendah.
Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yakni Snapdragon W5+ Gen 2, Qualcomm mengklaim peningkatan performa single-core hingga lima kali lipat. Klaim ini tentu bukan angka kecil. Dalam praktiknya, peningkatan tersebut dapat dirasakan dalam bentuk waktu booting yang lebih singkat, pembukaan aplikasi yang lebih cepat, serta pengalaman multitasking yang lebih mulus. Bagi pengguna Wear OS yang gemar berpindah aplikasi atau mengakses fitur kebugaran sambil memutar musik, lonjakan performa ini akan terasa signifikan.