Kerjasama Mitratel AALTO: Perkuat Stratospace Hingga 2027

Kerjasama Mitratel AALTO: Perkuat Stratospace Hingga 2027
Sumber :
  • Istimewa

Mitratel Operasikan 40.000 Menara, Laba Tembus Rp2,14 Triliun
  • Mitratel dan AALTO (Airbus) melanjutkan kolaborasi strategis pengembangan teknologi Stratospace hingga tahun 2027.
  • Penggunaan High Altitude Platform System (HAPS) Zephyr menjadi solusi utama konektivitas di wilayah 3T.
  • Sinergi ini bertujuan memperkuat ketahanan infrastruktur digital nasional dan kedaulatan data Indonesia.

TNI AU Resmi Punya Airbus A400M, Ini Fitur Canggihnya yang Bikin Kaget

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) resmi memperpanjang kerjasama Mitratel AALTO dalam pengembangan teknologi Stratospace di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung di ajang Mobile World Congress Barcelona pada 2 Maret 2026.

Kolaborasi strategis tersebut bertujuan memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional melalui solusi High Altitude Platform System (HAPS). Langkah ini menjadi solusi inovatif untuk menjawab tantangan geografis yang ada di tanah air.

Akuisisi 997 Unit BTS Indosat, Mitratel Makin Pede

Fokus Pengembangan Teknologi HAPS Zephyr

AALTO berperan sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace dan operator Stratocraft. Mereka mengoperasikan teknologi berbasis HAPS yang mampu terbang di lapisan stratosfer. Teknologi ini mengirimkan sinyal berkualitas tinggi langsung ke perangkat pengguna.

Mitratel mendukung penuh inisiatif ini melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara telekomunikasi. CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menegaskan bahwa sinergi ini memperkuat ekosistem digital nasional. Hal ini selaras dengan komitmen perseroan dalam meningkatkan kualitas layanan komunikasi.

Theodorus menambahkan bahwa perpanjangan MoU ini memberikan landasan kuat bagi kedua pihak. Mereka akan menyusun peta jalan implementasi yang terukur. Rencana ini juga tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Strategi Mengatasi Kesenjangan Digital Wilayah 3T

Direktur Strategic Business Development Telkom Indonesia, Seno Soemadji, menyoroti pentingnya resiliensi jaringan. Teknologi HAPS menjadi enabler strategis untuk melengkapi infrastruktur terestrial yang sudah ada. Hal ini sangat krusial bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Seno menilai langkah ini mencerminkan komitmen jangka panjang Telkom Group. Infrastruktur digital yang berdaulat menjadi kunci peningkatan daya saing nasional. HAPS mampu membuka peluang model layanan baru di lokasi dengan akses terbatas.

CEO AALTO, Hughes Boulnois, melihat momentum komersial teknologi Stratospace yang terus tumbuh. Kemampuan Zephyr memberikan konektivitas langsung (direct-to-device) sangat efektif menutup celah cakupan sinyal. Asia-Pasifik kini menjadi pusat pertumbuhan penting bagi inovasi global AALTO.

Halaman Selanjutnya
img_title