Bocoran Spesifikasi Galaxy A37 & A57: Upgrade Minor, Banyak yang Kecewa!

Bocoran Spesifikasi Galaxy A37 & A57: Upgrade Minor, Banyak yang Kecewa!
Sumber :
  • ytechb

Gadget – Samsung dikenal sebagai raja smartphone mid-range lewat seri Galaxy A-nya. Namun, bocoran terbaru tentang Galaxy A37 dan Galaxy A57 justru mengisyaratkan bahwa tahun ini mungkin bukan waktu terbaik untuk upgrade.
Meski desain baru dan warna segar hadir, spesifikasi inti nyaris tidak berubah signifikan dibanding generasi sebelumnya. Bagi konsumen yang menantikan lompatan performa atau fitur inovatif, kabar ini bisa terasa mengecewakan.

Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy A37 dan A57 Terungkap!

Artikel ini mengupas tuntas semua detail spesifikasi yang bocor, membandingkannya dengan pendahulunya, serta menganalisis apakah perangkat ini masih layak ditunggu di tengah persaingan ketat pasar smartphone kelas menengah.

Desain & Layar: Tetap Sama, Tapi Masih Menarik

Bocoran Honor 600 Lite: Baterai 6.250 mAh & Layar Super Terang

Kedua perangkat Galaxy A37 dan A57 dilaporkan menggunakan layar AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz, sama persis seperti Galaxy A36 dan A56. Artinya, pengalaman visual tetap tajam, responsif, dan kaya warna salah satu keunggulan utama seri Galaxy A.

Dari segi dimensi:

Bocoran Vivo Pad 6 Pro: Snapdragon 8 Elite & Baterai Jumbo
  • Galaxy A37: 162,9 × 78,2 × 7,4 mm, berat 196 gram
  • Galaxy A57: 161,5 × 76,9 × 6,9 mm, berat 192 gram

A57 sedikit lebih ramping dan ringan dibanding A56 (yang tebalnya 7,4 mm dan berat 198 gram), tapi perbedaannya hanya 0,5 mm dan 6 gram nyaris tak terasa di tangan.

Warna-warna “Awesome” tetap jadi andalan:

  • A37: Charcoal, Graygreen, Lavender, White
  • A57: Awesome Gray, Icyblue, Lilac, Navy

Estetika tetap segar, tapi secara struktur, desain tidak ada terobosan baru.

Performa: Pindah ke Exynos, Tapi Apa Dampaknya?

Salah satu perubahan paling signifikan adalah pergantian chipset:

ModelChipset LamaChipset Baru
Galaxy A37Snapdragon 6 Gen 3Exynos 1480
Galaxy A57Exynos 1580Exynos 1680

Samsung tampaknya ingin menyatukan arsitektur prosesor di seluruh lini Galaxy A dengan beralih ke keluarga Exynos. Namun, Exynos 1480 dan 1680 belum terbukti jauh lebih unggul dari pendahulunya dalam skenario dunia nyata.

  • Exynos 1480 diprediksi hanya memberi peningkatan kecil dalam efisiensi daya dan performa CPU.
  • Exynos 1680 mungkin menawarkan GPU sedikit lebih cepat, tapi tidak cukup untuk gaming berat.

Bagi pengguna biasa media sosial, streaming, browsing performa tetap lancar. Tapi bagi yang mengharapkan lompatan besar seperti dari A35 ke A36, kali ini tidak akan terjadi.

RAM, Penyimpanan, dan Sayangnya: Tak Ada Slot microSD

Keduanya dikabarkan hadir dalam konfigurasi:

  • RAM: 6GB atau 8GB
  • Penyimpanan internal: 128GB atau 256GB
  • Tidak ada slot microSD

Ini menjadi titik kritis. Di kelas harga Rp4–6 juta, banyak kompetitor (seperti Xiaomi, Realme, atau POCO) masih menyediakan ekspansi memori eksternal. Tanpa itu, pengguna harus puas dengan kapasitas bawaan yang bisa cepat penuh jika sering menyimpan video 4K atau game besar.

Kamera: Hanya Sedikit Peningkatan

Sistem kamera tetap mengandalkan formula yang sudah mapan:

Galaxy A37

  • Utama: 50MP (sama seperti A36)
  • Ultra-wide: naik dari 8MP ke 12MP
  • Depan: 12MP

Galaxy A57

  • Utama: 50MP
  • Ultra-wide: 12MP
  • Makro: 5MP (tetap)
  • Depan: 12MP

Peningkatan sensor ultra-wide memang patut diapresiasi karena lensa lebar sering digunakan untuk foto grup atau lanskap. Namun, tanpa peningkatan pada algoritma pemrosesan gambar atau fitur AI baru, hasil fotonya kemungkinan besar tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

Baterai: Masih 5.000mAh, Tapi Efisiensi Chipset Jadi Kunci

Kapasitas baterai tetap 5.000mAh di kedua model. Dengan layar 120Hz dan chipset baru yang lebih efisien, masa pakai baterai mungkin sedikit membaik tapi jangan berharap bisa bertahan dua hari penuh dengan penggunaan intensif.

Sayangnya, kecepatan pengisian daya belum dikonfirmasi. Jika masih 25W seperti A36/A56, itu tergolong lambat dibanding pesaing yang sudah menawarkan 45W–67W di kelas yang sama.

Analisis: Mengapa Ini Mengecewakan?

Samsung tampaknya menerapkan strategi "refinement over revolution" memperhalus yang sudah ada, bukan menciptakan sesuatu yang baru. Di tahun 2025, saat konsumen semakin kritis dan kompetisi semakin ketat, strategi ini berisiko.

Beberapa alasan mengapa bocoran ini mengecewakan:

  • Tidak ada inovasi desain masih flat frame, punch-hole kamera, modul kamera vertikal.
  • Chipset baru tidak menjanjikan lompatan performa besar.
  • Tidak ada ekspansi memori, padahal ruang penyimpanan penting.

Kamera hanya naik 4MP di ultra-wide terlalu kecil untuk disebut upgrade signifikan.
Baterai dan pengisian daya stagnan.

Jika harga Galaxy A37 dan A57 naik atau setara dengan A36/A56, maka nilai (value for money) justru menurun.

Haruskah Anda Menunggu Galaxy A37/A57?

Jawabannya tergantung pada situasi Anda:

Tunggu jika:

  • Anda pengguna Galaxy A2x atau lebih lama
  • Ingin layar AMOLED 120Hz dengan garansi Samsung
  • Suka desain dan warna baru

Jangan tunggu jika:

  • Anda baru saja pakai A36/A56
  • Mengharapkan peningkatan kamera atau baterai besar
  • Butuh slot microSD atau pengisian cepat

Alternatif seperti POCO X7 Pro, Realme 13+, atau Xiaomi 14T Lite mungkin menawarkan spesifikasi lebih agresif di rentang harga serupa.

Kesimpulan: Evolusi, Bukan Revolusi

Galaxy A37 dan A57 adalah versi sedikit lebih baik dari pendahulunya tapi bukan lompatan generasi. Samsung tampaknya fokus pada stabilitas, konsistensi, dan ekosistem daripada inovasi radikal.

Bagi sebagian orang, itu cukup. Tapi di tengah pasar yang dinamis, “cukup” mungkin tidak lagi memadai.

Jika Samsung ingin mempertahankan dominasi di kelas menengah, tahun depan mungkin perlu berani lebih bukan hanya menyempurnakan, tapi mengguncang status quo.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget