Review Dell XPS 14 (2026): Laptop Super Tipis dengan Performa Gahar, Tapi Keyboard Jadi Masalah

Dell XPS 14 (2026)
Sumber :
  • dell

Laptop premium selalu identik dengan desain elegan, performa tinggi, dan pengalaman penggunaan yang nyaman. Itulah gambaran yang ingin ditampilkan Dell melalui XPS 14 (2026). Perangkat ini hadir sebagai generasi terbaru dari lini XPS yang terkenal sebagai ultrabook premium untuk profesional.

Apple Bocorkan MacBook Neo, Laptop Murah Seharga iPhone?

Sekilas, laptop ini memang terlihat hampir sempurna. Desainnya semakin tipis dan ringan, performanya meningkat berkat prosesor Intel generasi baru, serta layar OLED yang sangat memanjakan mata. Namun di balik semua kelebihan tersebut, ada satu masalah yang cukup mengganggu: keyboard yang terasa kurang responsif.

Desain Baru yang Lebih Premium

MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max: Spesifikasi Lengkap, Fitur Baru, dan Harga Terbaru

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian dari Dell XPS 14 terbaru adalah desainnya. Dell melakukan penyegaran besar pada tampilan laptop ini sehingga terlihat jauh lebih modern dibanding generasi sebelumnya.

Casing metal yang digunakan terasa sangat solid sekaligus elegan. Tampilan minimalisnya bahkan sering dibandingkan dengan MacBook karena kesan premiumnya yang begitu kuat. Selain itu, laptop ini juga terasa sangat ringan.

MacBook Neo Muncul Diam-Diam, Apple Siapkan Laptop Murah untuk Pelajar?

Bobotnya hanya sekitar tiga pon atau sekitar 1,36 kilogram. Angka ini membuatnya berada di tengah-tengah antara MacBook Pro 14 inci yang lebih berat dan MacBook Air yang lebih ringan. Dengan bobot tersebut, XPS 14 tetap nyaman dibawa bepergian untuk bekerja atau kuliah.

Selain desain yang ramping, Dell juga memperbaiki beberapa keputusan desain lama yang sempat menuai kritik.

Salah satunya adalah trackpad tersembunyi yang kini diberi dua garis tipis sebagai penanda area sentuh. Walau tetap terlihat minimalis, perubahan kecil ini membuat pengguna lebih mudah mengetahui batas trackpad saat menggunakannya.

Tombol Fungsi Kembali ke Desain Normal

Perubahan lain yang cukup penting adalah kembalinya tombol fungsi fisik.

Pada generasi sebelumnya, Dell sempat menggunakan tombol fungsi kapasitif yang terlihat futuristik. Namun dalam praktiknya, tombol tersebut justru kurang nyaman digunakan karena tidak memberikan umpan balik sentuhan.

Selain itu, tombol kapasitif juga sulit terlihat saat terkena sinar matahari langsung. Akibatnya, banyak pengguna kesulitan mengatur volume atau kecerahan layar ketika bekerja di luar ruangan.

Kini Dell kembali menggunakan tombol fungsi fisik tradisional. Hasilnya, pengalaman mengetik terasa lebih praktis dan jauh lebih fungsional.

Layar OLED 2.8K yang Memukau

Selain desain, layar menjadi salah satu daya tarik utama dari XPS 14 (2026).

Laptop ini menggunakan layar sentuh OLED 14 inci dengan resolusi 2.8K pada varian tertinggi. Kualitas visual yang dihasilkan terlihat sangat tajam dengan warna yang kaya dan tingkat hitam yang sangat pekat.

Bagi pengguna yang sering menonton video, mengedit foto, atau bermain game, layar OLED jelas memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.

Namun perlu dicatat bahwa layar OLED hanya tersedia pada konfigurasi kelas atas. Sementara model yang lebih murah menggunakan layar LCD 2K standar tanpa fitur sentuh.

Konektivitas yang Terbatas

Meski tampil premium, konektivitas laptop ini tergolong minimalis.

Dell hanya menyematkan tiga port USB-C dan satu jack headphone. Beberapa port penting seperti HDMI, USB-A, dan slot kartu SD justru tidak tersedia.

Bahkan slot microSD yang sebelumnya ada di model lama kini juga dihilangkan. Hal ini membuat pengguna mungkin perlu menggunakan adaptor tambahan untuk berbagai kebutuhan.

Sebagai perbandingan, MacBook Pro 14 inci masih menyediakan HDMI dan pembaca kartu SD penuh.

Performa Kencang Berkat Intel Panther Lake

Salah satu peningkatan terbesar pada XPS 14 (2026) terletak pada performanya.

Laptop ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra X7 358H dari seri Panther Lake yang menawarkan peningkatan grafis cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Unit yang diuji memiliki RAM 32GB dan GPU terintegrasi Intel Arc B390. Kombinasi tersebut ternyata mampu menjalankan beberapa game modern dengan cukup lancar.

Misalnya, game Arc Raiders dapat berjalan hingga 130 fps pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis medium. Bahkan game berat seperti Cyberpunk 2077 masih bisa dimainkan pada 63 fps dengan pengaturan medium dan teknologi XeSS aktif.

Meski demikian, laptop ini tentu bukan perangkat yang dirancang khusus untuk gaming. Namun untuk kebutuhan kerja, multimedia, hingga gaming ringan, performanya sudah lebih dari cukup.

Hasil Benchmark Menunjukkan Performa Stabil

Dalam pengujian benchmark, performa XPS 14 cukup kompetitif.

Pada PCMark 10, laptop ini mencetak skor sekitar 9.651. Sementara pada Geekbench 6, skor single-core mencapai 2.890 dan multi-core mencapai 16.745.

Angka tersebut hampir setara dengan laptop lain yang menggunakan prosesor serupa. Bahkan dalam beberapa pengujian CPU multi-thread, performanya mampu mengungguli beberapa laptop gaming generasi sebelumnya.

Dengan kata lain, performa bukanlah masalah bagi laptop ini.

Daya Tahan Baterai Masih Biasa Saja

Sayangnya, daya tahan baterai belum menjadi keunggulan utama XPS 14.

Dalam pengujian PCMark 10 Modern Office, laptop ini hanya mampu bertahan sekitar 10 jam 21 menit. Angka ini tergolong standar untuk laptop premium di tahun 2026.

Sebagai perbandingan, beberapa laptop pesaing bahkan mampu bertahan lebih dari 20 jam dalam pengujian serupa.

Keyboard Jadi Masalah Terbesar

Di tengah banyaknya kelebihan, masalah terbesar justru datang dari keyboard.

Keyboard pada XPS 14 terasa terlalu dangkal dan kurang responsif. Saat mengetik dengan cepat, beberapa tombol terkadang tidak terdeteksi atau justru terbaca terbalik.

Bagi pengguna yang terbiasa mengetik cepat, hal ini jelas cukup mengganggu. Bahkan untuk menulis satu paragraf saja, sering kali harus kembali memperbaiki kesalahan pengetikan.

Dell sendiri mengakui bahwa sebagian unit awal mengalami masalah ini. Perusahaan juga berencana merilis pembaruan firmware untuk memperbaikinya.

Namun untuk saat ini, pengalaman mengetik di XPS 14 masih terasa kurang memuaskan.

Secara keseluruhan, Dell XPS 14 (2026) sebenarnya adalah laptop yang sangat menarik.

Desainnya elegan, layarnya memukau, dan performanya sangat kencang berkat prosesor Intel Panther Lake. Untuk pekerjaan kreatif, multitasking berat, hingga gaming ringan, laptop ini mampu memberikan pengalaman yang sangat baik.

Sayangnya, masalah keyboard menjadi titik lemah yang cukup serius. Untuk laptop premium dengan harga mulai sekitar 1.450 dolar, pengalaman mengetik seharusnya menjadi salah satu prioritas utama.

Jika Dell berhasil memperbaiki masalah ini melalui pembaruan firmware atau revisi hardware di masa depan, XPS 14 berpotensi menjadi salah satu ultrabook terbaik di kelasnya.