Amazon Desak FCC Tolak Proposal 1 Juta Satelit SpaceX
- Istimewa
- Amazon resmi mengajukan petisi keberatan kepada FCC terkait ambisi besar SpaceX di orbit bumi.
- Proposal SpaceX untuk meluncurkan satu juta satelit dianggap sebagai bualan yang tidak memiliki rincian teknis.
- Para ahli meragukan kelayakan ekonomi dan teknis dari pembangunan pusat data berbasis satelit AI tersebut.
Persaingan teknologi ruang angkasa antara Amazon dan SpaceX kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Amazon Leo mendesak regulator telekomunikasi Amerika Serikat (FCC) untuk membatalkan proposal 1 juta satelit SpaceX.
Perusahaan milik Jeff Bezos ini menilai aplikasi SpaceX bersifat spekulatif dan tidak memenuhi standar regulasi. Keberatan tersebut tertuang secara resmi dalam dokumen petisi setebal 17 halaman yang dikirimkan kepada otoritas terkait.
Amazon menuduh bahwa rencana ambisius tersebut hanyalah upaya promosi diri semata. Mereka menekankan bahwa proposal 1 juta satelit SpaceX tidak didukung oleh data teknis yang memadai untuk diimplementasikan.
Kritik Tajam Amazon Terhadap Ambisi Elon Musk
Unit bisnis satelit Amazon menyoroti ketidakmungkinan durasi peluncuran jutaan satelit tersebut. Mereka memprediksi proses pengerahan konstelasi ini akan memakan waktu hingga berabad-abad.
Bahkan, estimasi ini tetap berlaku meski menggunakan seluruh kapasitas peluncuran global saat ini. Oleh karena itu, Amazon menganggap langkah SpaceX tersebut sangat tidak masuk akal bagi industri antariksa.
SpaceX sebenarnya berencana menggunakan satelit tersebut sebagai pusat data kecerdasan artifisial (AI). Mereka ingin memanfaatkan suhu dingin ruang hampa sebagai sistem pendingin alami bagi server mereka.
Tantangan Teknis dan Ancaman Monopoli Ruang Angkasa
Namun, Amazon memperingatkan risiko besar di balik izin tersebut. Jika FCC menyetujui, SpaceX berpotensi menjadi "penjaga gerbang" tunggal yang memonopoli sumber daya orbital bumi.
Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 saja, hanya ada 4.526 satelit yang berhasil meluncur. Sementara itu, SpaceX harus mengganti sekitar 200.000 satelit per tahun hanya untuk menjaga stabilitas operasinya.
Tantangan pemeliharaan ini dianggap akan sangat memberatkan dan tidak efisien secara logistik. Saat ini, ketimpangan armada sangat mencolok karena Starlink sudah mengoperasikan lebih dari 9.900 satelit di orbit.
Dampak Strategis dan Analisis Industri Antariksa
Analis dari firma Gartner turut memberikan pandangan skeptis terhadap proyek ini. Mereka menyebut ide pusat data ruang angkasa sebagai sebuah kegilaan yang tidak memiliki nilai ekonomis.
Selain Amazon, organisasi seperti American Astronomical Society juga menyatakan penolakan serupa. Mereka khawatir jutaan satelit ini akan mengganggu pengamatan astronomi dan memicu polusi atmosfer yang parah.
Meskipun mendapat banyak tekanan, Elon Musk tetap optimistis dengan visi peradaban Tipe II miliknya. Ia mengandalkan roket Starship untuk mewujudkan infrastruktur AI di luar angkasa dalam waktu dekat.