OnePlus Nord Buds 4 Pro Meluncur 19 Maret: ANC 55dB & Driver 12mm!
- OnePlus
- SBC (standar Bluetooth dasar): 328 kbps, latensi 180ms
- AAC (Apple): 250 kbps, latensi 150ms
- aptX Adaptive: 420 kbps, latensi 80ms
Keunggulan LHDC 5.0 terlihat jelas saat:
- Menonton film: Sinkronisasi audio-video sempurna tanpa delay
- Bermain game: Suara tembakan atau langkah kaki terdengar tepat waktu
- Mendengarkan musik hi-res: Detail instrumen yang biasanya hilang di codec rendah kini terdengar jelas
Ditambah dengan 3D spatial audio berbasis head-tracking, Nord Buds 4 Pro menciptakan ilusi suara datang dari arah tertentu seperti di bioskop. Fitur ini sangat berguna untuk konten Dolby Atmos di Netflix atau Disney+ Hotstar.
Desain dan Kenyamanan: Lebih Ringkas, Lebih Ergonomis
OnePlus mengklaim telah mengurangi ukuran charging case hingga 12% dibanding generasi sebelumnya tanpa mengorbankan kapasitas baterai. Case kini berukuran 48 x 48 x 22 mm, cukup muat di saku celana depan tanpa mengganjal.
Earbud sendiri hanya 4,4 gram per unit lebih ringan dari AirPods Pro (5,3g) dan Galaxy Buds3 Pro (5,5g). Bobot ini dicapai melalui:
- Penggunaan polycarbonate berkekuatan tinggi untuk housing
- Penghilangan bezel logam berlebih
- Optimisasi distribusi berat agar tidak "terasa berat" meski dipakai 4+ jam
Tersedia dua varian warna:
- Radiant Gray: Abu-abu metalik dengan aksen matte
- Raven Black: Hitam pekat dengan finishing glossy pada logo OnePlus
Kedua opsi menggunakan ear tip silikon medical-grade dalam 4 ukuran (XS, S, M, L) untuk memastikan seal akustik optimal kunci utama efektivitas ANC.
Kesimpulan: Layakkah Menunggu 19 Maret?
Bagi pengguna yang:
- Sering berada di lingkungan bising (komuter, pekerja lapangan)
- Mengutamakan kualitas panggilan suara
- Menginginkan ANC premium tanpa merogoh kocek >Rp4 juta
Nord Buds 4 Pro layak dinanti. Spesifikasi teknisnya bukan sekadar klaim marketing melainkan implementasi teknologi yang terukur dan beralasan.
Namun, bagi pengguna iPhone yang menginginkan integrasi seamless, atau audiophile yang butuh detail ekstrem di frekuensi tinggi, opsi lain mungkin lebih sesuai.
Yang pasti, peluncuran 19 Maret akan menjadi tonggak penting bagi OnePlus bukan hanya sebagai produk audio, tetapi sebagai bukti bahwa perusahaan ini serius membangun ekosistem lengkap yang bisa bersaing dengan Apple dan Samsung. Dan di pasar Indonesia yang kompetitif, hanya inovasi nyata yang akan bertahan bukan sekadar gimmick.