3 Cara Cepat Update HyperOS Terbaru di HP Xiaomi
- Xiaomi
Perkembangan sistem operasi pada smartphone terus mengalami peningkatan. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah hadirnya HyperOS, sistem terbaru dari Xiaomi yang menggantikan MIUI pada sejumlah perangkat. Sistem ini hadir dengan berbagai peningkatan, mulai dari performa yang lebih stabil, keamanan yang diperbarui, hingga tampilan antarmuka yang lebih segar.
Namun, tidak semua pengguna langsung mendapatkan pembaruan secara bersamaan. Hal ini terjadi karena Xiaomi biasanya merilis update secara bertahap ke berbagai wilayah dan perangkat. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan pengguna agar proses update HyperOS bisa dilakukan lebih cepat.
Berikut tiga cara yang bisa dicoba untuk memperbarui HyperOS di HP Xiaomi dengan mudah.
1. Update HyperOS Melalui Pengaturan (OTA)
Cara pertama merupakan metode paling umum sekaligus paling aman. Pembaruan ini dikenal dengan istilah Over The Air (OTA), yaitu update sistem yang langsung dikirim dari server Xiaomi ke perangkat pengguna.
Melalui metode ini, pengguna tidak perlu mengunduh file tambahan dari sumber lain karena semuanya sudah tersedia di sistem.
Untuk melakukannya, pengguna cukup membuka menu Pengaturan pada perangkat Xiaomi. Setelah itu, masuk ke menu Tentang Ponsel yang biasanya berada di bagian atas pengaturan. Di halaman tersebut, pilih opsi HyperOS atau System Update.
Selanjutnya, tekan tombol Periksa Pembaruan untuk mengecek apakah update terbaru sudah tersedia. Jika sistem mendeteksi adanya versi terbaru, pengguna hanya perlu menekan opsi Unduh dan Instal.
Setelah proses pengunduhan selesai, perangkat biasanya akan melakukan restart secara otomatis untuk memulai instalasi sistem. Proses ini umumnya hanya memerlukan waktu beberapa menit hingga perangkat kembali menyala dengan sistem yang sudah diperbarui.
Agar proses update berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, gunakan jaringan WiFi supaya proses unduhan lebih cepat dan stabil. Kedua, pastikan baterai perangkat berada di atas 50 persen untuk menghindari risiko mati saat instalasi berlangsung.
Metode OTA ini menjadi pilihan terbaik karena lebih praktis dan risiko kesalahan instalasi relatif kecil.