Honor Magic V6 Diuji Pakai Pull Up di Acara Peluncuran, Engselnya Ternyata Sekuat Ini!
- Honor
Gadget – Persaingan di pasar smartphone lipat (foldable) semakin ketat. Konsumen kini tidak hanya mencari desain inovatif, tetapi juga daya tahan, terutama pada bagian engsel yang menjadi komponen paling krusial. Menjawab keraguan tersebut, Honor melakukan gebrakan promosi yang tak biasa.
Dalam acara peluncuran resmi Honor Magic V6, manajemen perusahaan menghadirkan demonstrasi yang mencengangkan. Mereka menggantung perangkat tersebut di langit-langit, terpasang pada bingkai khusus, dan menggunakannya sebagai tumpuan untuk aksi pull up oleh seorang pria dewasa. Aksi ini membuktikan bahwa engsel Magic V6 mampu menahan beban berat manusia tanpa mengalami kerusakan atau tekukan.
Bukan Sekadar Gimmick, Ini Bukti Nyata Ketahanan
Aksi pull up menggunakan ponsel lipat ini mungkin terlihat seperti atraksi belaka, namun pesan yang ingin disampaikan Honor sangat jelas: jangan ragukan ketahanan Magic V6. Setelah sebelumnya Honor melakukan uji coba ekstrem dengan menahan beban badan manusia di atas tali luncur, kini uji ketahanan engsel menjadi highlight utama.
Para hadirin di acara peluncuran disuguhi pemandangan di mana Honor Magic V6 digantung dengan posisi terbuka, lalu seorang pria dewasa bergelantungan dan melakukan gerakan pull up dengan ponsel sebagai satu-satunya tumpuan. Perangkat tersebut tetap kokoh, tidak retak, dan engselnya tidak bengkok.
Rahasia di Balik Kekuatan Engsel Honor Magic V6
Apa yang membuat Honor Magic V6 mampu menahan beban seberat itu? Ternyata, Honor menyematkan material khusus pada bagian engselnya.
Honor Magic V6 menggunakan material Super Steel Hinge yang terbuat dari baja khusus dengan kekuatan hingga 2800MPa. Sebagai perbandingan, baja biasa untuk konstruksi umumnya hanya memiliki kekuatan tarik sekitar 400-550 MPa. Artinya, baja yang digunakan Honor lima kali lebih kuat dari baja struktural biasa!
Selain material super kuat, engsel Magic V6 juga telah melalui uji ketahanan buka-tutup hingga 500.000 kali. Jika pengguna membuka dan menutup ponsel sebanyak 100 kali sehari, engsel ini secara teoritis dapat bertahan hingga lebih dari 13 tahun. Angka ini jauh melampaui masa pakai rata-rata sebuah smartphone.