Fitur Hey Plex Samsung Galaxy S26 Bermasalah, Ini Alasannya
- Tom Bedford / Digital Trends
- Sejumlah pengguna melaporkan fitur wake word "Hey Plex" pada Galaxy S26 berhenti berfungsi.
- Masalah teknis ini muncul segera setelah instalasi pembaruan perangkat lunak bulan Februari.
- Perplexity berencana mengganti nama pemicu suara menjadi "Hey Perplexity" untuk menghindari konflik merek.
- Pihak Samsung telah menghapus informasi terkait pengumuman awal fitur ini dari laman resmi mereka.
Samsung Galaxy S26 meluncur dengan janji integrasi tiga asisten AI canggih sekaligus bagi penggunanya. Namun, fungsionalitas fitur Hey Plex Samsung Galaxy S26 kini mendadak bermasalah dan tidak merespons perintah suara. Fenomena ini memicu kebingungan karena integrasi asisten AI tersebut merupakan nilai jual utama perangkat flagship ini. Masalah tersebut kabarnya mulai meluas setelah pengguna melakukan update sistem terbaru.
Update Software Samsung Picu Hilangnya Fitur Hey Plex Samsung Galaxy S26
Banyak pemilik awal perangkat melaporkan bahwa asisten AI ini awalnya berjalan normal. Masalah baru muncul setelah mereka menginstal pembaruan keamanan bulan Februari. Update tersebut sebenarnya bertujuan memperkenalkan mode restart otomatis saat ponsel tidak aktif. Sayangnya, pembaruan ini justru membuat fitur Hey Plex Samsung Galaxy S26 lenyap dari menu pengaturan asisten suara.
Beberapa pengguna bahkan menemukan fakta yang lebih mengejutkan pada perangkat mereka. Aplikasi Perplexity terkadang tidak terpasang secara otomatis meski merupakan fitur bawaan. Hal ini diperkuat dengan tangkapan layar pengguna yang menunjukkan hilangnya opsi asisten suara tersebut. Integrasi yang seharusnya menjadi keunggulan kini tampak menghilang tanpa jejak secara misterius.
Alasan Rebranding dan Konflik Nama "Plex"
CEO Perplexity, Aravind Srinivas, sempat memberikan penjelasan singkat melalui platform media sosial X. Ia memberikan sinyal bahwa perusahaan akan meninggalkan perintah suara "Hey Plex". Sebagai gantinya, mereka akan menggunakan kata pemicu "Hey Perplexity" yang lebih spesifik. Langkah ini sangat masuk akal mengingat sudah ada aplikasi media populer bernama Plex yang memiliki basis pengguna besar.
Sayangnya, koordinasi antara Samsung dan Perplexity terlihat kurang matang dalam transisi ini. Srinivas segera menghapus unggahan tersebut tidak lama setelah membagikannya ke publik. Sementara itu, Samsung terpantau membersihkan pengumuman asli fitur ini dari pusat pemberitaan resmi mereka. Hingga saat ini, kedua perusahaan belum memberikan pernyataan resmi mengenai kapan fitur tersebut kembali normal.