Vivo Patenkan Ponsel Rollable yang Memanjang ke Atas, Bukan ke Samping!
- Gizchina
“Horizontal rollables memaksa pengguna masuk ke mode lanskap. Tapi ponsel itu pada dasarnya adalah perangkat portrait-native. Vivo justru memperkuat identitas alami itu,” Analis Teknologi, Mobile Form Factor Report 2025.
Selain itu, aplikasi modern dari Twitter hingga YouTube sudah lama mengoptimalkan antarmuka untuk layar panjang. Bahkan rasio layar 20:9 atau 21:9 kini jadi standar di flagship. Ponsel rollable vertikal Vivo menyempurnakan tren ini, bukan melawannya.
Keunggulan Potensial Desain Ini
1. Pengalaman Membaca Lebih Nyaman
Dengan tinggi layar tambahan, satu halaman artikel bisa muat hampir utuh mirip membaca di tablet, tapi tetap dalam genggaman ponsel.
2. Multitasking Vertikal
Bayangkan split-screen dengan chat di atas dan browser di bawah tanpa harus memperkecil jendela.
3. Navigasi Satu Tangan Tetap Terjaga
Karena lebar tidak berubah, ponsel tetap nyaman digunakan dengan satu tangan sesuatu yang sering hilang di ponsel lipat atau rollable horizontal.
4. Desain Lebih Simetris & Estetis
- Tanpa modul mekanis di sisi kiri/kanan, bodi bisa lebih simetris dan minim tonjolan.
- Tantangan Teknis yang Harus Dipecahkan
Meski menarik, konsep ini bukan tanpa risiko:
- Mekanisme gulung vertikal lebih kompleks karena gravitasi bisa memengaruhi kelancaran tarik-ulur.
- Keseimbangan ponsel saat terbuka bisa jadi tidak stabil (terlalu tinggi = mudah jatuh).
- Daya tahan layar fleksibel di area atas rentan terhadap tekanan berulang.
- Penempatan kamera depan jadi dilema: apakah tetap di atas, atau berpindah saat layar diperluas?
Vivo belum mengungkap solusi teknis untuk tantangan ini dan itu wajar, karena ini masih sekadar paten, bukan prototipe fungsional.
Apakah Ponsel Ini Akan Benar-Benar Dirilis?
Jawabannya: belum pasti.
Perlu diingat bahwa pengajuan paten ≠ rencana produksi. Banyak ide brilian di dunia teknologi hanya berakhir sebagai dokumen di kantor paten tidak pernah menyentuh rak toko.
Namun, fakta bahwa Vivo meluangkan waktu dan sumber daya untuk mendokumentasikan desain ini secara rinci menunjukkan bahwa tim R&D mereka serius mengevaluasi pendekatan alternatif terhadap form factor ponsel.
Jika dikombinasikan dengan roadmap Vivo yang agresif di bidang inovasi seperti peluncuran OriginOS 6 dan eksperimen dengan mixed reality bukan mustahil konsep ini bisa menjadi kenyataan pada 2026 atau 2027.