Digital Edge Raih Pembiayaan Hijau Rp11 Triliun untuk Data Center
- Istimewa
Efisiensi Energi dan Dampak ke Ekosistem Digital
Kampus CGK tidak hanya unggul dari segi kapasitas, tetapi juga pada efisiensi penggunaan energi. Fasilitas ini menargetkan nilai Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25. Selain itu, Digital Edge akan menerapkan sistem daur ulang air dan integrasi energi terbarukan guna meraih sertifikasi bangunan hijau LEED.
Dukungan finansial untuk pembiayaan hijau Digital Edge ini melibatkan konsorsium bank ternama. Lembaga seperti BNP Paribas, DBS, BCA, hingga Mizuho bertindak sebagai mandated lead arrangers. Kehadiran perbankan besar ini menunjukkan tingginya kepercayaan global terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan.
Langkah masif ini selaras dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI). Pemerintah Indonesia pun terus mendorong sektor swasta untuk berkontribusi dalam mencapai target net zero emission pada 2060. Dengan demikian, pembangunan pusat data ramah lingkungan di Bekasi ini menjadi tonggak penting bagi masa depan digital nasional.