Penjualan Smartphone di China Turun 4%, Harga HP Bakal Naik?

Penjualan Smartphone di China Turun 4%, Harga HP Bakal Naik?
Sumber :
  • Istimewa

iPhone Fold Rilis Desember 2026, Terlambat dari iPhone 18 Pro?
  • Pengiriman smartphone di China terkontraksi 4% secara tahunan (YoY) pada Januari-Februari 2026.
  • Apple mencatatkan anomali positif dengan lonjakan penjualan sebesar 23% berkat seri iPhone 17.
  • Biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga memori global, memicu rencana kenaikan harga jual perangkat.

tinyBook Flip: HP Lipat Layar E Ink Lawan Candu Doomscrolling

Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan grafik penjualan smartphone di China mengalami pelemahan signifikan pada dua bulan pertama tahun 2026. Pengiriman perangkat seluler di pasar terbesar dunia ini mencatatkan penurunan sebesar 4% secara tahunan (year-on-year/YoY). Tren lesu ini terlihat jelas dari pekan pertama hingga pekan kesembilan tahun 2026 yang secara konsisten berada di bawah performa periode serupa pada tahun sebelumnya.

Tantangan Berat Penjualan Smartphone di China Tahun 2026

Tren HP 2026: Layar Poni dan Slot MicroSD Bakal Balik Lagi?

Meskipun pemerintah China telah menggulirkan berbagai skema subsidi dan promosi agresif, pasar tetap menunjukkan tanda-tanda jenuh. Momentum Tahun Baru Imlek pada bulan Februari memang sempat memberikan sedikit napas bagi merek-merek lokal melalui peningkatan volume mingguan. Namun, lonjakan sesaat tersebut belum mampu menambal defisit penjualan yang terjadi sepanjang bulan Januari.

Analis mencatat bahwa puncak permintaan pada tahun ini terjadi pada pekan ketujuh. Namun, angka tersebut tetap gagal melampaui capaian puncak penjualan pada pekan keempat tahun 2025 yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini mencerminkan adanya pergeseran daya beli konsumen yang lebih selektif dalam memperbarui perangkat mereka.

Kenaikan Biaya Produksi dan Dampak ke Konsumen

Di balik angka penjualan yang menurun, industri kini menghadapi tantangan baru berupa lonjakan biaya komponen. Kenaikan harga memori global secara drastis memaksa para produsen untuk menyesuaikan strategi penetapan harga mereka. Kondisi ini membuat prospek kepemilikan gadget baru menjadi lebih mahal bagi konsumen akhir.

Sejumlah raksasa teknologi seperti Vivo dan Oppo telah mengonfirmasi langkah strategis untuk menaikkan harga jual perangkat mereka. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap tekanan margin akibat biaya produksi yang membengkak. Meskipun demikian, produsen tetap berusaha menjaga daya saing di tengah pasar yang kian kompetitif.

Dominasi iPhone 17 dan Proyeksi Pasar Mendatang

Berseberangan dengan tren pasar yang menurun, Apple justru melaporkan kinerja yang sangat impresif. Penjualan iPhone meningkat tajam sebesar 23% pada periode awal tahun 2026. Keberhasilan ini didorong oleh permintaan masif terhadap seri iPhone 17 yang menjadi magnet utama bagi konsumen kelas atas di China.

Halaman Selanjutnya
img_title