Kamera iPhone 18 Pro Bakal Secanggih Halide, Ini Bocorannya
- Halide
- Apple sempat menjajaki akuisisi Lux Optics, pengembang aplikasi kamera profesional Halide.
- Langkah ini bertujuan menghadirkan kontrol manual tingkat lanjut pada sistem kamera iPhone 18 Pro.
- Integrasi teknologi ini akan meminimalkan ketergantungan pengguna pada aplikasi kamera pihak ketiga.
Apple kini sedang mempersiapkan lompatan besar untuk meningkatkan kemampuan kamera iPhone 18 Pro mendatang. Raksasa teknologi asal Cupertino ini dilaporkan sempat berdiskusi untuk mengakuisisi Lux Optics. Lux Optics merupakan studio kreatif di balik Halide, aplikasi kamera pihak ketiga paling populer bagi para fotografer profesional.
Laporan dari The Information menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut terjadi pada tahun 2025. Meskipun kesepakatan akuisisi belum membuahkan hasil, ambisi Apple terlihat sangat jelas. Perusahaan ingin aplikasi kamera bawaannya setara dengan alat profesional seiring dengan peningkatan perangkat keras yang masif.
Ambisi Apple Meningkatkan Software Kamera iPhone 18 Pro
Apple menyadari bahwa perangkat keras yang canggih memerlukan dukungan perangkat lunak yang mumpuni. Saat ini, banyak pengguna tingkat lanjut masih mengandalkan aplikasi seperti Halide untuk mengakses kontrol manual. Mereka membutuhkan pengaturan fokus, kecepatan rana, dan penyesuaian eksposur yang lebih mendalam.
Halide memberikan kontrol presisi yang selama ini absen dari aplikasi kamera bawaan iOS. Dengan mengintegrasikan fitur serupa ke dalam kamera iPhone 18 Pro, Apple dapat menyederhanakan pengalaman pengguna. Langkah ini memungkinkan pengguna biasa memotret dengan kualitas hasil karya fotografer profesional tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Peran Penting Tokoh Halide di Internal Apple
Sinyal perubahan ini semakin kuat karena salah satu pendiri Halide, Sebastiaan de With, kini telah bergabung dengan Apple. Kehadirannya memicu spekulasi bahwa Apple sedang melakukan "soft rollout" untuk ide-ide inovatif Halide. Hal ini menandakan bahwa sistem operasi masa depan akan lebih berorientasi pada kebutuhan teknis fotografi.
Integrasi ini diprediksi akan mengubah cara kerja aplikasi kamera Apple secara fundamental. Pengguna nantinya tidak hanya melakukan "tap and pray" saat memotret. Sebaliknya, mereka dapat melakukan penyesuaian manual layaknya menggunakan kamera DSLR atau mirrorless profesional.