Era MIUI Berakhir! Xiaomi Resmi Hentikan Update Selamanya

Era MIUI Berakhir! Xiaomi Resmi Hentikan Update Selamanya
Sumber :
  • Istimewa

OnePlus 15T vs Samsung Galaxy S25 FE: Mana yang Lebih Worth It?
  • Xiaomi secara resmi menghentikan seluruh dukungan pembaruan untuk sistem operasi MIUI per Maret 2026.
  • Redmi A2 dan Redmi A2+ menjadi perangkat terakhir yang menerima update keamanan sebelum masa pensiun.
  • Penghentian ini menandai transisi total Xiaomi menuju ekosistem HyperOS yang mengintegrasikan ponsel, IoT, hingga kendaraan listrik.

Siap-siap! Harga HP Xiaomi Bakal Naik Tajam Mulai Q2 2025

Xiaomi secara resmi mengakhiri perjalanan panjang sistem operasi ikonik mereka, MIUI. Setelah lebih dari satu dekade mendominasi pasar ponsel pintar, kini update MIUI resmi berakhir secara permanen. Langkah besar ini menandai transisi penuh raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut menuju ekosistem HyperOS yang lebih modern. Penghentian ini mencakup semua jenis perbaikan keamanan hingga pembaruan fitur bagi perangkat yang masih tersisa di pasar.

Redmi A2 Jadi Saksi Sejarah Berakhirnya Era MIUI

Claude Anthropic Bisa Kendalikan Komputer, AI Makin Canggih!

Meskipun sebagian besar perangkat baru sudah beralih ke HyperOS, Redmi A2 dan Redmi A2+ sempat bertahan sebagai benteng terakhir. Kedua ponsel ini terus menerima pembaruan keamanan minor meskipun hanya menjalankan Android 13. Xiaomi merilis firmware versi V14.0.44.0.TGOMIXM pada Desember lalu sebagai pembaruan pamungkas bagi model tersebut.

Sesuai jadwal resmi, tanggal 24 Maret 2026 menjadi titik akhir bagi dukungan perangkat tersebut. Dengan pensiunnya seri Redmi A2, Xiaomi secara otomatis menutup seluruh siklus hidup pengembangan MIUI. Kini, legacy sistem operasi yang bermula dari proyek modifikasi Android tersebut telah benar-benar berhenti beroperasi.

Menengok Jejak Perjalanan MIUI yang Fenomenal

MIUI sebenarnya merupakan produk pertama Xiaomi yang lahir sebelum perusahaan tersebut meluncurkan perangkat keras sendiri. Xiaomi merilis versi perdana pada Agustus 2010 dengan basis Android 2.2 Froyo. Awalnya, MIUI hadir sebagai custom ROM yang sangat populer bagi pengguna ponsel pihak ketiga yang ingin melakukan modifikasi.

Komunitas global sangat menyukai MIUI karena menawarkan fitur kustomisasi yang sangat agresif dan pembaruan mingguan. Berbagai fitur inovatif seperti Second Space, Dual Apps, hingga sistem tema yang mendalam lahir dari sistem ini. Pada puncaknya di November 2021, MIUI mencatatkan rekor dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.

Alasan Strategis di Balik Transisi ke HyperOS

Keputusan Xiaomi untuk meninggalkan MIUI bukan tanpa alasan yang kuat. Perusahaan merasa MIUI sulit untuk menghubungkan ratusan kategori produk dalam ekosistem mereka secara efisien. Xiaomi kini fokus mengembangkan integrasi antara ponsel pintar, perangkat rumah tangga, hingga mobil listrik (Xiaomi SU7).

HyperOS hadir sebagai solusi sistem operasi yang lebih ringan dan responsif dibandingkan pendahulunya. Sistem ini menggabungkan evolusi basis Android dengan sistem IoT Vela milik Xiaomi yang berjalan di atas kernel Linux. Hasilnya, performa perangkat menjadi lebih stabil dengan konsumsi ruang penyimpanan yang jauh lebih efisien daripada era MIUI.

Masa Depan Ekosistem Xiaomi Tanpa MIUI

Langkah berani ini menunjukkan ambisi besar Xiaomi dalam memenangkan persaingan teknologi global di masa depan. Perusahaan telah menyiapkan transisi ini sejak 2017 melalui riset mendalam pada kerangka sistem terintegrasi. Kini, semua pengguna diarahkan untuk menikmati pengalaman baru dalam konsep "Human x Car x Home".

Meskipun masa update MIUI resmi berakhir, warisan fitur inovatifnya akan tetap hidup dalam fondasi HyperOS yang lebih canggih. Pengguna tidak perlu khawatir karena dukungan software akan terus berlanjut melalui platform sistem operasi terbaru. Xiaomi kini siap melangkah ke depan dengan sistem yang lebih bersatu untuk mendukung gaya hidup digital masa kini.