Update MIUI Berakhir Selamanya, Xiaomi Fokus Penuh ke AIOS
- Istimewa
- Xiaomi secara resmi menghentikan seluruh pengembangan fungsional dan pembaruan antarmuka MIUI.
- Lu Weibing mengonfirmasi transisi penuh menuju sistem operasi berbasis kecerdasan buatan, HyperOS AIOS.
- Perangkat Redmi A2 dan A2+ menjadi model terakhir yang menandai berakhirnya dukungan sistem legendaris ini.
Industri seluler global baru saja menyaksikan akhir dari sebuah era besar pada Maret 2026. Xiaomi secara resmi mengumumkan bahwa update MIUI berakhir setelah 14 tahun menemani jutaan pengguna Android di seluruh dunia.
Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, menegaskan bahwa proses serah terima peran sistem operasi ini telah selesai sepenuhnya. Kini, Xiaomi HyperOS mengambil alih kendali sebagai wajah tunggal bagi seluruh perangkat dalam ekosistem perusahaan.
Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perombakan total arsitektur perangkat lunak. Xiaomi kini memfokuskan seluruh sumber daya tekniknya untuk mengembangkan sistem yang lebih cerdas dan terintegrasi secara mendalam.
Alasan Strategis Update MIUI Berakhir dan Migrasi ke AIOS
Tim Xiaomi HyperOS melalui akun resmi Weibo menyatakan bahwa MIUI telah menuntaskan misi sejarahnya dengan sangat baik. Pengumuman ini muncul setelah jutaan perangkat global berhasil melakukan migrasi ke arsitektur sistem yang baru.
Meskipun update MIUI berakhir, Xiaomi tetap menjamin keamanan data para pengguna setianya. Perusahaan akan terus memberikan tambalan keamanan (security patch) untuk perangkat lama yang masih memenuhi syarat dukungan teknis.
Namun, pengembangan fitur baru, penyempurnaan desain UI, serta pembaruan fungsional MIUI kini berhenti permanen. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mempercepat integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dengan sistem operasi utama.
Visi Lu Weibing: Menuju Era Full-Ecological AIOS
Lu Weibing menjelaskan bahwa masa depan Xiaomi terletak pada apa yang ia sebut sebagai "full-ecological AIOS". Sistem ini dirancang untuk melampaui kemampuan standar yang sebelumnya dimiliki oleh MIUI selama lebih dari satu dekade.
Pihak manajemen menekankan tiga pilar utama dalam pengembangan masa depan. Pertama, integrasi AI sistemik yang mampu mempelajari kebiasaan pengguna secara proaktif guna memberikan layanan yang lebih personal.
Kedua, optimalisasi chipset Snapdragon 8 Elite untuk menangani tugas AI on-device yang sangat kompleks. Ketiga, penguatan ekosistem HyperConnect yang menghubungkan ponsel, tablet, hingga kendaraan listrik Xiaomi dalam satu jaringan yang mulus.