PP Tunas Resmi Berlaku: Strategi Jitu Alihkan Anak dari Gadget
- Istimewa
Kini, algoritma harus mengutamakan keamanan dan pembatasan konten yang ketat bagi anak-anak. Urgensi ini muncul seiring proyeksi peningkatan kasus perundungan siber (cyberbullying) sebesar 15 persen pada 2026. Risiko grooming dan konten kekerasan juga kian mengintai pengguna di bawah usia 13 tahun.
Memperkuat Karakter Melalui Kolaborasi Digital
Keberhasilan aturan PP Tunas sangat bergantung pada sinergi antara negara, sekolah, dan keluarga. Susanto mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan keterampilan baru. Teknologi tidak boleh hanya menjadi sarana konsumsi hiburan pasif bagi anak-anak.
Kolaborasi ini bertujuan membekali generasi muda agar mampu menguasai teknologi dengan bijak. Anak-anak Indonesia harus tetap memiliki jati diri yang kuat dan daya saing global. Transformasi habituasi ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital nasional yang aman dan produktif.