Bocoran Exynos 2700 di Geekbench, CPU 10 Inti Siap untuk Galaxy S27
- samsung
Samsung kembali menjadi sorotan setelah kemunculan chipset terbarunya, Exynos 2700, dalam database benchmark Geekbench. Meski peluncurannya masih beberapa bulan lagi dan diperkirakan akan debut bersama seri Galaxy S27, bocoran awal ini sudah cukup memberi gambaran mengenai arah pengembangan prosesor flagship berikutnya dari raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut.
Sebelumnya, Samsung telah memperkenalkan Exynos 2600 pada akhir 2025 dan mulai menggunakannya di lini Galaxy S26 sejak Februari. Seiring siklus tahunan yang terus berjalan, perhatian publik pun mulai bergeser ke generasi berikutnya. Kehadiran Exynos 2700 di Geekbench menjadi sinyal bahwa pengembangannya sudah berada pada tahap pengujian aktif.
Dalam daftar Geekbench, chip ini teridentifikasi dengan nomor model S5E9975. Salah satu hal yang paling menarik adalah konfigurasi CPU-nya. Exynos 2700 disebut membawa total 10 inti, namun dengan pendekatan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Jika Exynos 2600 menggunakan desain tiga kluster, maka pada generasi terbaru ini Samsung tampaknya mencoba pendekatan empat kluster.
Konfigurasi tersebut terdiri dari satu inti dengan kecepatan 2,30 GHz, empat inti di 2,40 GHz, satu inti lainnya di 2,78 GHz, serta empat inti performa tinggi yang mencapai 2,88 GHz. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Samsung kemungkinan sedang bereksperimen untuk meningkatkan efisiensi sekaligus performa dalam berbagai skenario penggunaan.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa angka clock speed yang muncul ini belum tentu mencerminkan performa maksimal. Dalam banyak kasus, unit yang diuji di tahap awal memang belum mencapai kecepatan puncak karena masih dalam proses optimalisasi. Namun demikian, hasil awal yang ditampilkan sudah cukup menjanjikan.
Pada pengujian Geekbench 6, Exynos 2700 mencatat skor 2.603 untuk single-core dan 10.350 untuk multi-core. Skor ini terbilang kompetitif, terutama jika mempertimbangkan bahwa chip ini belum mencapai frekuensi di atas 3 GHz. Menariknya, performa multi-core tersebut hampir setara dengan Exynos 2600 yang sudah lebih matang.
Dengan kata lain, Samsung tampaknya fokus tidak hanya pada peningkatan kecepatan semata, tetapi juga efisiensi arsitektur. Pendekatan ini bisa menjadi langkah strategis untuk menghadapi persaingan di pasar chipset flagship yang semakin ketat.
Dari sisi grafis, Exynos 2700 dibekali GPU yang terdaftar sebagai Xclipse 970. GPU ini mencatat skor OpenCL sebesar 15.618 dalam pengujian awal. Meski belum bisa dibandingkan secara langsung dengan GPU kompetitor terbaru, angka ini menunjukkan bahwa Samsung masih melanjutkan pengembangan lini GPU berbasis Xclipse yang sebelumnya juga digunakan pada generasi terdahulu.