Galaxy S27 Pakai Exynos 2700? Samsung Kurangi Ketergantungan pada Snapdragon!

Galaxy S27 Pakai Exynos 2700? Samsung Kurangi Ketergantungan pada Snapdragon!
Sumber :
  • Samsung

GadgetSamsung dikabarkan tengah mempersiapkan langkah strategis besar untuk lini flagship-nya di 2027. Menurut laporan terbaru, sekitar 50% unit Galaxy S27 series akan ditenagai oleh chipset buatan sendiri, Exynos 2700, sebagai upaya nyata untuk mengurangi ketergantungan pada Qualcomm dan menekan biaya produksi yang terus membengkak.

img_title Honor X70 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Baterai 8.560mAh dan Snapdragon 6 Gen 4 Enhanced

Langkah ini bukan sekadar perubahan teknis melainkan koreksi strategis jangka panjang setelah Samsung “menyerah total” pada Snapdragon untuk seri Galaxy S25, yang ternyata menghabiskan biaya hingga 3 triliun won (sekitar Rp34 triliun) hanya untuk pengadaan chipset.

Artikel ini mengupas alasan di balik pergeseran ke Exynos, tantangan performa historis, potensi risiko, dan apakah Exynos 2700 benar-benar siap bersaing dengan Snapdragon generasi terbaru.

img_title CUBOT KINGKONG ES 5 Bawa Baterai 7.000mAh & Sertifikasi Militer!

Mengapa Samsung Ingin Tinggalkan Snapdragon? Biaya Produksi Jadi Alasan Utama

Pada peluncuran Galaxy S25, Samsung membuat keputusan berani: menggunakan Snapdragon 8 Gen 4 secara eksklusif di seluruh varian global, termasuk di Eropa dan Asia wilayah yang biasanya mendapat Exynos. Keputusan itu diambil karena performa Exynos 2500 masih dianggap belum selevel dengan Snapdragon.

img_title Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir dengan Layar AMOLED 120Hz dan Update hingga 2032

Namun, konsekuensinya mahal. Laporan internal menyebut biaya chipset saja mencapai 3 triliun won, angka yang sangat signifikan dalam struktur biaya produksi smartphone premium.

Kini, dengan rencana peluncuran Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro untuk Galaxy S27 Ultra yang akan diproduksi di fabrikasi 2nm milik TSMC biaya diperkirakan akan naik lagi. Proses 2nm memang lebih efisien, tapi juga jauh lebih mahal, terutama karena TSMC memegang monopoli teknologi tersebut.

Dihadapkan pada pilihan:

  • Menyerap kerugian (mengurangi margin keuntungan),
  • Naikkan harga jual (berisiko kehilangan daya saing), atau
  • Kembali ke Exynos (mengontrol biaya internal),

Samsung memilih opsi ketiga dengan keyakinan bahwa Exynos 2700 akhirnya siap tampil layak di panggung global.

Rencana Distribusi: 50% Exynos, 50% Snapdragon

Jika bocoran ini benar, maka Galaxy S27 series akan menjadi titik balik dalam strategi chipset Samsung. Perusahaan menargetkan pembagian merata 50:50 antara Exynos 2700 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro di seluruh pasar global.

Ini berarti:

  • Eropa, Asia, dan sebagian Amerika Latin kemungkinan besar akan menerima varian Exynos.
  • Amerika Serikat, Kanada, dan Tiongkok tetap menggunakan Snapdragon, sesuai kebutuhan jaringan dan regulasi lokal.

Perubahan ini menunjukkan bahwa Samsung lebih percaya diri terhadap kualitas Exynos dibanding tahun-tahun sebelumnya meski reputasi buruk Exynos masih membayangi pengguna lama.

Tantangan Terbesar: Efisiensi Daya dan Manajemen Termal

Meski Exynos 2600 (untuk Galaxy S26) menunjukkan peningkatan dalam CPU dan GPU performance, masalah utama masih sama:

  • Konsumsi daya lebih tinggi
  • Suhu perangkat cepat naik
  • Daya tahan baterai lebih pendek dibanding Snapdragon setara

Hal ini disebabkan oleh proses fabrikasi Samsung yang tertinggal. Sementara TSMC sudah stabil di 3nm dan menuju 2nm, Samsung Foundry masih berjuang mencapai yield tinggi di node 3GAP (3nm Gate-All-Around).

Untuk Exynos 2700, Samsung kemungkinan besar akan:

  • Menggunakan arsitektur CPU baru (mungkin Cortex-X5 + A720)
  • Meningkatkan desain GPU berbasis AMD RDNA
  • Memperbaiki ISP dan NPU untuk fotografi dan AI
  • Dan yang paling penting: mengoptimalkan manajemen daya

Namun, keberhasilannya hanya bisa dinilai dari penggunaan nyata, bukan sekadar skor benchmark.

Kesimpulan: Momentum Kritis bagi Exynos

Galaxy S27 bukan sekadar penerus seri flagship ia adalah ujian terakhir bagi masa depan Exynos. Jika Exynos 2700 mampu menawarkan performa seimbang, efisiensi daya kompetitif, dan stabilitas jangka panjang, maka Samsung bisa:

  • Mengurangi biaya
  • Meningkatkan margin
  • Dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi

Namun, jika gagal, reputasi Exynos bisa runtuh permanen dan Samsung terpaksa kembali bergantung pada Qualcomm dalam jangka panjang.

Satu hal pasti: 2027 akan menjadi tahun penentuan bagi ambisi chip Samsung. Dan konsumen global akan menjadi juri utamanya.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget