3 Cara Aman Main Roblox untuk Anak Agar Terhindar dari Bahaya
- Istimewa
- Roblox kini menghadirkan fitur akun khusus "Roblox Kids" dan "Roblox Select" untuk membatasi konten sesuai usia.
- Orang tua wajib menghubungkan akun pribadi dengan akun anak guna memantau aktivitas dan transaksi secara langsung.
- Pengaturan durasi bermain sebaiknya menggunakan sistem kontrak tertulis hasil diskusi bersama anak.
Platform gim Roblox menjadi magnet bagi jutaan pemain dari berbagai usia, termasuk anak-anak di Indonesia. Namun, popularitas ini membawa risiko nyata seperti pencurian data, perundungan siber, hingga paparan konten dewasa. Untuk memitigasi risiko tersebut, orang tua perlu memahami cara aman main Roblox demi melindungi buah hati di ruang digital.
Vice President of Civility and Partnerships Roblox, Tami Bhaumik, menegaskan bahwa perusahaan telah meluncurkan kategori akun khusus. Terdapat Roblox Kids untuk usia 5–12 tahun serta Roblox Select bagi remaja usia 13–15 tahun yang memiliki pembatasan fitur lebih ketat.
Memaksimalkan Fitur Parental Control dan Pengawasan Langsung
Langkah pertama dalam menerapkan cara aman main Roblox adalah keterlibatan aktif orang tua melalui fitur kendali jarak jauh. Tami menyarankan orang tua untuk membuat akun sendiri dan menautkannya dengan akun milik anak.
Proses ini memungkinkan orang tua memantau aktivitas melalui dasbor khusus di ponsel pribadi. Anda cukup masuk ke menu pengaturan, pilih parental controls, lalu undang akun Anda untuk terhubung melalui email konfirmasi.
Melalui dasbor ini, orang tua bisa melihat daftar teman anak dan mengatur batas pengeluaran uang dalam gim. Selain itu, Anda dapat mengatur batas waktu bermain dalam kelipatan 15 menit agar anak tidak kecanduan.
Membuat Kontrak Screen Time yang Transparan
Masalah durasi penggunaan perangkat atau screen time sering kali memicu konflik antara orang tua dan anak. Tami menjelaskan bahwa durasi bermain bersifat fleksibel karena anak menggunakan gawai untuk belajar sekaligus berinteraksi sosial.
Alih-alih memberikan larangan sepihak, orang tua sebaiknya mengajak anak berdiskusi untuk mencapai kesepakatan bersama. Buatlah kontrak tertulis mengenai aturan main ponsel yang kemudian ditempel di area rumah yang mudah terlihat, seperti pintu kulkas.