Fairphone: Tak Ada Alasan Vendor HP Tak Bayar Upah Layak

Fairphone: Tak Ada Alasan Vendor HP Tak Bayar Upah Layak
Sumber :
  • TechRadar

img_title Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir dengan Layar AMOLED 120Hz dan Update hingga 2032
  • Fairphone mendesak industri teknologi segera menerapkan standar upah layak bagi seluruh tenaga kerja global.
  • Biaya tambahan untuk memenuhi upah layak hanya sekitar US$1 per perangkat, sebuah angka yang sangat kecil.
  • Laporan ini menyoroti kesenjangan besar antara upah minimum legal dan kebutuhan hidup nyata di pusat manufaktur dunia.

img_title iOS 27 Bocorkan iPhone Lipat Apple, Ini Bukti Kuatnya!

CEO Fairphone, Raymond van Eck, menegaskan bahwa perusahaan teknologi tidak memiliki alasan finansial untuk mengabaikan upah layak pekerja smartphone. Pernyataan ini muncul bertepatan dengan peluncuran Fairphone Impact Report 2025. Van Eck menyebut biaya pemenuhan upah tersebut sebenarnya sangat rendah.

Fairphone membayar "bonus upah layak" untuk menutupi selisih pendapatan pekerja di rantai pasok mereka. Langkah ini membuktikan bahwa keberlanjutan sosial dapat berjalan beriringan dengan bisnis. Perusahaan asal Belanda ini kini menantang raksasa teknologi lain untuk segera mengikuti jejak mereka.

img_title iOS 27 Bawa Video & Siri AI ke CarPlay-Ini Fitur Barunya!

Kesenjangan Upah Layak di Rantai Pasok Global

Chief Impact Officer Fairphone, Monique Lempers, menyatakan bahwa dampak sosial seringkali hanya menjadi bayangan produk. Industri biasanya baru memikirkan kesejahteraan setelah rantai pasok terkunci. Akibatnya, banyak pekerja yang harus mengorbankan kesehatan demi mengejar cek gaji yang tidak seberapa.

Riset internal menunjukkan adanya jurang lebar antara upah minimum legal dan pendapatan untuk partisipasi sosial. Fenomena ini sering terjadi di pusat manufaktur besar seperti China dan India. Perusahaan dengan margin tinggi cenderung membayar lebih baik, sementara operasi margin rendah memiliki kesenjangan upah paling lebar.

Tantangan bagi Raksasa Teknologi Seperti Apple dan Samsung

Meskipun Fairphone tidak menyebut nama secara spesifik, laporan ini memberikan konteks pada pemain besar. Apple sebelumnya mengeklaim telah mengambil langkah ekstensif untuk memastikan kompensasi yang adil. Namun, kontraktor luar negeri mereka seringkali tidak mengikuti standar ketat yang sama secara konsisten.

Sebagai contoh, gaji pokok perakit iPhone di Foxconn dilaporkan hanya sekitar US$295 per bulan. Angka tersebut merupakan minimum legal, namun hanya separuh dari rata-rata upah di wilayah Zhengzhou. Sementara itu, Samsung juga menghadapi tantangan serupa terkait kepatuhan hukum tenaga kerja saat terjadi mogok kerja di India.

Transformasi Menuju Bisnis yang Manusiawi

Fairphone menawarkan tiga perubahan strategis untuk mengubah wajah industri smartphone global secara permanen. Pertama, mereka mendorong desain perangkat yang tahan lama dan mudah diperbaiki. Hal ini mengubah pola pikir dari menjual barang sekali pakai menjadi dukungan kepemilikan jangka panjang.

Kedua, industri harus beralih ke restorasi sistemik dengan menjamin upah layak secara merata. Perusahaan perlu mendukung profesionalisasi penambangan rakyat daripada melakukan boikot yang merugikan komunitas. Terakhir, kesehatan sosial dan ekologi wajib menjadi KPI bisnis utama agar keuntungan tidak merusak manusia.

Integrasi dampak sosial ke dalam inti bisnis menjadi kunci utama keberlanjutan masa depan. Jika biaya upah layak pekerja smartphone hanya US$1, maka perubahan besar kini berada di tangan para raksasa teknologi. Transparansi dan kemauan politik menjadi faktor penentu untuk menghapus eksploitasi di balik canggihnya ponsel pintar kita.