Jangan Tertipu Desain Tipis! Ini 6 Masalah Fatal Butterfly Keyboard Apple
- unsplash.com/GiorgioTrovato
Namun, solusi ini hanya menunda masalah, bukan menghilangkannya. Partikel masih bisa masuk melalui sela-sela samping, dan membran itu sendiri rentan sobek atau melengkung seiring waktu.
Laporan kegagalan terus berdatangan. Pada akhirnya, Apple secara diam-diam menghentikan penggunaan butterfly keyboard pada 2020, dan beralih ke Magic Keyboard berbasis scissor-switch yang lebih tebal tapi jauh lebih andal.
Kesimpulan: Ambisi Desain Tanpa Empati Pengguna = Bencana
Butterfly keyboard adalah contoh klasik bagaimana fokus buta pada estetika dan ketipisan bisa menghancurkan fungsi inti sebuah produk. Apple terlalu percaya diri bahwa “pengguna akan beradaptasi”, padahal keyboard adalah antarmuka utama antara manusia dan komputer ia harus andal, tahan lama, dan intuitif.
Kegagalan ini mengajarkan pelajaran penting:
Inovasi bukan hanya tentang “baru”, tapi tentang “lebih baik”.
Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan membeli MacBook bekas, hindari model dengan butterfly keyboard kecuali jika sudah dimodifikasi atau diganti keyboard-nya. Lebih baik membayar sedikit lebih mahal untuk model 2020 ke atas yang menggunakan Magic Keyboard, demi kenyamanan dan keandalan jangka panjang.
Karena pada akhirnya, komputer terbaik bukan yang paling tipis, tapi yang paling bisa diandalkan saat kamu butuhkan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |