Apple Perbaiki Celah iPhone yang Biarkan FBI Baca Pesan Terhapus
- Rachit Agarwal / Digital Trends
- Apple menambal celah keamanan kritis yang menyimpan log pesan di database notifikasi meski sudah dihapus.
- FBI dilaporkan menggunakan alat forensik untuk menarik data dari cache notifikasi iOS tersebut.
- Pembaruan ini tersedia untuk pengguna iOS 26 dan versi lama hingga iOS 18.
Apple secara resmi merilis pembaruan keamanan mendesak untuk mengatasi Bug Pesan Terhapus iPhone yang cukup mengkhawatirkan pada 22 April 2026. Perbaikan ini menutup celah yang sebelumnya memungkinkan lembaga penegak hukum, termasuk FBI, untuk memulihkan pesan teks yang dikira pengguna telah hilang selamanya. Masalah ini mencuat setelah laporan teknis menunjukkan adanya residu data pada sistem penyimpanan notifikasi perangkat iOS.
Mengapa FBI Bisa Mengakses Bug Pesan Terhapus iPhone?
Akar masalah ini terletak pada cara iOS menangani caching atau penyimpanan sementara notifikasi. Ketika sebuah pesan masuk, sistem operasi memicu notifikasi dan mencatat isinya ke dalam database lokal di dalam perangkat. Ironisnya, data dalam database ini tetap tersimpan hingga satu bulan meskipun pengguna sudah menghapus pesan asli dari aplikasi.
Hal ini menjadi celah keamanan serius karena juga memengaruhi fitur "disappearing messages" atau pesan yang menghilang otomatis. Fitur tersebut biasanya menjadi andalan pengguna yang sangat mengutamakan privasi. Berdasarkan laporan TechCrunch, FBI berhasil mengekstrak pesan dari aplikasi Signal menggunakan alat forensik khusus melalui jalur database notifikasi tersebut.
Mekanisme Database Notifikasi pada iOS
Secara teknis, setiap pesan yang muncul sebagai pemberitahuan di layar akan tercatat dalam log sistem. Apple mengakui bahwa notifikasi yang seharusnya ikut terhapus justru bertahan secara tidak terduga pada penyimpanan internal perangkat. Kondisi ini secara teori tidak hanya berdampak pada Signal, tetapi juga aplikasi perpesanan lain yang menggunakan sistem notifikasi serupa.
Reaksi Signal Terhadap Celah Keamanan Apple
Presiden Signal, Meredith Whittaker, menjadi sosok yang vokal dalam mengkritik kebijakan manajemen data Apple ini. Ia menyatakan dengan tegas bahwa notifikasi dari pesan yang sudah dihapus tidak boleh menetap di database sistem operasi mana pun. Whittaker mendesak Apple untuk memastikan privasi pengguna tetap terjaga secara menyeluruh di level sistem operasi.