Harga PS5 di Indonesia Naik Jadi Rp9,9 Juta Mulai 1 Mei 2026!
- Sony
Gadget – Sony Interactive Entertainment (SIE) secara resmi mengumumkan kenaikan harga konsol PlayStation 5 (PS5) di Indonesia dan sejumlah negara lain, terhitung mulai 1 Mei 2026. Langkah ini menandai kali kedua harga PS5 naik di Tanah Air sejak pertama kali diluncurkan pada 2020 dan untuk pertama kalinya, harga konsol ikonik ini menembus angka dua digit dalam rupiah.
Dalam pengumuman resmi melalui blog globalnya, Isabelle Tomatis, Vice President of Global Marketing SIE, menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap “tekanan berkelanjutan dalam lanskap ekonomi global.” Kenaikan tidak hanya berlaku untuk PS5 standar, tetapi juga mencakup PS5 Pro (jika sudah dirilis) dan perangkat PlayStation Portal.
Artikel ini menyajikan rincian lengkap harga baru, perbandingan dengan harga lama, dampak bagi konsumen Indonesia, serta konteks global di balik kebijakan Sony yang menuai reaksi luas dari komunitas gamer.
Rincian Harga Baru PS5 di Indonesia Mulai 1 Mei 2026
Berikut daftar harga eceran yang direkomendasikan (RRP) oleh Sony untuk pasar Indonesia:
| Model | Harga Lama (sebelum Mei 2026) | Harga Baru (mulai 1 Mei 2026) | Kenaikan |
| PS5 Digital Edition | Rp 8.199.000 | Rp 9.999.000 | +Rp 1.800.000 |
| PS5 Disc Edition | Rp 9.699.000 | Rp 11.399.000 | +Rp 1.700.000 |
| PlayStation Portal | Rp 3.599.000 | Rp 5.199.000 | +Rp 1.600.000 |
Kenaikan ini membuat PS5 Digital Edition menjadi konsol pertama Sony yang harganya tembus Rp9 juta, sementara versi Disc Edition kini mendekati Rp11,4 juta setara dengan harga laptop gaming mid-range atau bahkan motor matik baru.
Alasan Sony: Tekanan Ekonomi Global dan Keberlanjutan Bisnis
Dalam pernyataannya, Isabelle Tomatis menjelaskan bahwa keputusan ini bukan diambil dengan ringan:
“Dengan terus berlanjutnya tekanan dalam lanskap ekonomi global, kami telah memutuskan untuk menaikkan harga PS5, PS5 Pro, dan PlayStation Portal remote player secara global. Kami menyadari bahwa perubahan harga berdampak pada komunitas kami, dan setelah evaluasi yang cermat, kami menemukan bahwa ini adalah langkah yang diperlukan.”
Faktor-faktor yang kemungkinan besar mendorong kenaikan ini meliputi:
- Inflasi global yang masih tinggi sepanjang 2025–2026
- Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan yen Jepang
- Kenaikan biaya logistik dan produksi komponen elektronik
- Investasi besar Sony dalam pengembangan game eksklusif dan infrastruktur cloud gaming