Apple Resmi Hentikan Vision Pro, Fokus ke Kacamata Pintar AI
- Istimewa
- Apple secara resmi menghentikan proyek Vision Pro setelah model M5 gagal menarik minat konsumen secara luas.
- Tingginya angka pengembalian barang dan keluhan terkait bobot perangkat menjadi pemicu utama kegagalan produk.
- Apple kini mengalihkan sumber daya manusia dan tim pengembang ke proyek Siri serta kacamata pintar berbasis AI.
- Strategi baru perusahaan berfokus pada perangkat wearable yang lebih praktis menyerupai kacamata konvensional.
Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple, akhirnya mengambil keputusan besar untuk menghentikan pengembangan lini Apple Vision Pro. Langkah drastis ini menyusul performa penjualan model M5 yang jauh di bawah ekspektasi perusahaan. Meskipun sempat mendapatkan pembaruan teknis pada Oktober 2025, kacamata pintar ini tetap gagal mendominasi pasar global.
Alasan Kegagalan Apple Vision Pro di Pasar Global
Melansir laporan terbaru dari MacRumors pada Kamis (30/4/2026), Apple memutuskan tidak lagi melanjutkan ambisinya di segmen virtual reality (VR) kelas atas. Konsumen secara konsisten mengeluhkan beban fisik perangkat yang mencapai lebih dari 1,3 pon. Walaupun Apple menyertakan Dual Knit Band, pengguna masih merasa tidak nyaman saat menggunakannya dalam durasi lama.
Selain masalah kenyamanan, harga selangit sebesar US$3.499 menjadi penghalang besar bagi calon pembeli. Peningkatan spesifikasi seperti refresh rate 120Hz dan baterai yang lebih awet tidak mampu meningkatkan nilai jual produk secara signifikan. Data internal menunjukkan bahwa Apple hanya mampu menjual sekitar 600.000 unit secara akumulatif sejak peluncuran perdana.
Tingginya Angka Pengembalian Produk Apple
Apple juga mencatat tingkat pengembalian produk (return rate) yang sangat tidak lazim pada seri ini. Angka tersebut melampaui statistik pengembalian produk modern Apple lainnya, yang menunjukkan ketidakpuasan mendalam dari para pengguna awal. Situasi ini memaksa manajemen untuk melakukan evaluasi total terhadap kelayakan bisnis perangkat mixed reality tersebut.
Perubahan Strategi Apple Menuju Ekosistem AI
Saat ini, pengerjaan proyek Apple Vision Pro telah berhenti total secara internal. Apple mulai mendistribusikan tim pengembangnya ke berbagai divisi lain, terutama pada proyek kecerdasan buatan (AI) untuk Siri. Mike Rockwell, yang sebelumnya memimpin divisi Vision Pro, kini telah mengonsolidasikan kekuatannya di tim Siri sejak awal tahun 2025.
Keputusan ini menandai pergeseran fokus perusahaan dari visi VR yang berat menuju kacamata pintar (smart glasses) yang lebih ringan. Produk masa depan Apple diprediksi akan mengadopsi kemampuan augmented reality (AR) yang lebih praktis. Namun, versi awal perangkat ini kemungkinan besar akan menyerupai kacamata pintar Ray-Ban Meta yang mengandalkan AI tanpa layar terintegrasi.
Masa Depan Perangkat Wearable Apple
Apple menghadapi tantangan teknis yang signifikan dalam mengecilkan teknologi Vision Pro ke dalam bingkai kacamata yang ringan. Inovasi sebelumnya dianggap terlalu boros daya untuk perangkat berukuran kecil. Oleh karena itu, Apple memilih untuk mengembangkan ekosistem yang lebih berorientasi pada kemudahan penggunaan sehari-hari daripada memaksakan teknologi VR yang kompleks.
Langkah ini menutup babak eksperimen mahal Apple di dunia mixed reality yang kini mulai kehilangan momentum di mata publik. Fokus pada kacamata pintar berbasis AI diharapkan menjadi senjata baru bagi perusahaan untuk tetap relevan dalam persaingan teknologi wearable masa depan. Meskipun model M5 masih dijual di pasaran, tidak akan ada suksesor baru untuk lini Apple Vision Pro dalam waktu dekat.