OnePlus & realme Resmi Merger : Flagship Killer Lenyap?
- Realme
a. Pengembangan Produk Terpadu
Kedua merek akan menggunakan platform hardware dan desain yang lebih mirip. Konsep reuse of product lines akan diterapkan, artinya satu desain bisa muncul sebagai OnePlus Nord di satu pasar dan realme GT Neo di pasar lain dengan sedikit modifikasi branding.
b. Software dan Ekosistem
Sistem operasi OxygenOS (OnePlus) dan realme UI kemungkinan akan semakin menyatu, mengarah pada antarmuka yang lebih konsisten. Fitur seperti Always-On Display, Zen Mode, atau Game Space bisa menjadi standar lintas merek.
c. Rantai Pasok & Manufaktur
Dengan berbagi pabrik dan pemasok komponen, biaya produksi bisa ditekan hingga 15–20%, menurut analis industri. Ini sangat penting di tengah kenaikan harga chipset, sensor kamera, dan baterai.
d. Pemasaran & Distribusi
Tim pemasaran global akan digabung, memungkinkan kampanye terkoordinasi misalnya, peluncuran bersamaan di India, Indonesia, dan Timur Tengah, sementara fokus di Eropa dan AS dikurangi.
3. Apakah Ini Akhir dari OnePlus di Panggung Global?
Fakta-fakta berikut memperkuat kekhawatiran tersebut:
- OnePlus Watch 4 telah muncul di situs resmi, tapi tanpa tanggal rilis atau harga tanda ketidakpastian strategi global.
- Tidak ada flagship global baru sejak OnePlus 13 (rilis awal 2026).
- realme tidak memiliki kehadiran kuat di AS, sehingga tidak bisa menggantikan peran OnePlus di sana.
Jika tren ini berlanjut, OnePlus berisiko kehilangan relevansi di Barat pasar yang dulu menjadi fondasi identitasnya. Alih-alih “flagship killer”, ia mungkin bertransformasi menjadi merek regional premium di Asia, sementara realme fokus pada segmen mid-range global.
4. Perubahan Internal: Restrukturisasi yang Tak Bisa Diabaikan
Perubahan terlihat jelas dari dalam:
- Robin Liu (CEO OnePlus India) mundur dan kembali ke China sinyal penarikan fokus dari pasar strategis.
- Paket pesangon diberikan kepada puluhan karyawan di Eropa dan AS.
- Kantor regional di beberapa negara dilaporkan ditutup atau digabung dengan OPPO.
Ini mengingatkan pada restrukturisasi 2020, saat OnePlus meluncurkan seri Nord dan Carl Pei hengkang. Sejak itu, hubungan dengan OPPO semakin erat hingga kini mencapai titik puncak: penggabungan penuh dengan realme.