Meta Pakai AI Deteksi Usia via Struktur Tulang dan Tinggi Badan

Meta Pakai AI Deteksi Usia via Struktur Tulang dan Tinggi Badan
Sumber :
  • Istimewa

img_title Meta Kembangkan Pendant AI dan Kacamata Pintar Baru untuk Produktivitas
  • Meta menerapkan AI untuk memindai struktur fisik dan isyarat visual pengguna di bawah umur.
  • Kebijakan ini menyasar platform Instagram serta Facebook guna meningkatkan akurasi verifikasi usia.
  • Langkah tersebut merupakan respons terhadap tekanan regulasi global, termasuk aturan PP Tunas di Indonesia.

img_title Xreal xbx a01: Kacamata AR Ringan Harga Rp3 Jutaan!

Raksasa teknologi Meta kini menerapkan strategi radikal untuk memperketat keamanan pengguna di platform media sosial mereka. Perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut mulai menggunakan teknologi Meta Deteksi Usia AI untuk memindai struktur tulang dan tinggi badan pengguna. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi serta memblokir akun milik anak di bawah usia 13 tahun pada aplikasi Instagram dan Facebook secara lebih akurat.

Cara Kerja Meta Deteksi Usia AI Melalui Isyarat Visual

img_title Resmi! Xiaomi Luncurkan HyperOS 4 pada Juli-Agustus 2026

Teknologi terbaru ini bekerja dengan memindai konten foto dan video yang diunggah pengguna ke platform Meta. Kecerdasan buatan tersebut membedah isyarat visual seperti postur fisik, struktur tulang, dan estimasi tinggi badan untuk memperkirakan rentang usia seseorang. Perusahaan menegaskan bahwa sistem ini bekerja secara objektif tanpa menggunakan fitur pengenalan wajah (facial recognition).

Selain aspek fisik, sistem AI juga menganalisis seluruh data profil secara mendalam untuk mencari petunjuk kontekstual. Isyarat tersebut mencakup unggahan perayaan ulang tahun hingga penyebutan tingkat kelas sekolah di kolom komentar atau biodata. Integrasi antara wawasan visual dan analisis teks ini secara signifikan meningkatkan deteksi akun yang mencoba memanipulasi tanggal lahir mereka.

Penonaktifan Akun dan Proses Verifikasi Ulang

Apabila sistem cerdas ini menentukan bahwa seorang pengguna berada di bawah batas usia minimum, Meta segera menonaktifkan akun tersebut. Pengguna yang terkena dampak wajib mengunggah bukti identitas resmi melalui proses verifikasi formal. Jika gagal membuktikan usia sebenarnya, Meta akan menghapus akun tersebut secara permanen untuk menjaga kepatuhan standar keamanan.

Implementasi PP Tunas dan Desakan Regulasi Global

Di Indonesia, langkah Meta ini menjadi sangat krusial seiring dengan berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025. Regulasi yang dikenal sebagai PP Tunas ini mewajibkan penyelenggara sistem elektronik mendeaktivasi akun pengguna di bawah usia 16 tahun. Oleh karena itu, penerapan Meta Deteksi Usia AI menjadi solusi teknis untuk mematuhi hukum tata kelola perlindungan anak di tanah air.

Tekanan serupa juga datang dari Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait pelanggaran Digital Services Act dan isu keamanan konsumen. Sebagai respons, Meta kini memperluas fitur "Teen Accounts" ke puluhan negara, termasuk Brasil dan wilayah Uni Eropa. Fitur ini secara otomatis mengaktifkan pengaturan akun privat dan membatasi interaksi dari orang yang tidak dikenal secara ketat.

Tantangan Verifikasi dan Masa Depan Keamanan Anak

Meskipun teknologi ini sangat canggih, Meta mengakui bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendirian dalam memberantas akun di bawah umur. Berdasarkan data Internet Matters, sekitar 46 persen anak-anak masih merasa sangat mudah untuk mengakali sistem pemeriksaan usia konvensional. Beberapa metode yang sering mereka gunakan adalah memalsukan tanggal lahir hingga mengedit foto agar terlihat lebih dewasa.

Perusahaan kini mendesak adanya regulasi global yang mewajibkan toko aplikasi atau app store untuk turut melakukan verifikasi usia sejak tahap pengunduhan. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama dalam menutup celah manipulasi digital yang selama ini terjadi. Kehadiran inovasi Meta Deteksi Usia AI diharapkan mampu menjadi standar baru dalam menciptakan ekosistem media sosial yang jauh lebih aman bagi generasi muda.