Bocoran Chip Samsung Exynos 1.4nm: Clock 4.5GHz & Cache 96MB
- Istimewa
- Samsung resmi memulai pengujian awal untuk chipset masa depan berbasis node 1.4nm.
- Chipset ini mengusung kecepatan clock hingga 4.50GHz dan System Level Cache (SLC) 96MB.
- Konfigurasi CPU menggunakan struktur 10-core (2+4+4) untuk efisiensi maksimal.
- Produksi massal teknologi 1.4nm ini dijadwalkan meluncur pada tahun 2029.
Raksasa teknologi Korea Selatan sedang menyiapkan lompatan besar melalui Samsung Exynos 1.4nm. Samsung kini mulai menguji chipset generasi terbaru tersebut dengan spesifikasi yang sangat ambisius. Langkah ini menunjukkan fokus Samsung Foundry untuk mengungguli pesaing dalam perlombaan node proses terkecil di dunia.
Kabar mengenai pengujian ini pertama kali muncul melalui laporan orang dalam industri. Chipset ini membawa peningkatan performa yang cukup drastis dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan integrasi teknologi canggih, Samsung berharap bisa memberikan solusi pemrosesan data yang jauh lebih cepat dan efisien.
Spesifikasi Gila Chip Samsung Exynos 1.4nm
Chipset masa depan ini akan menggunakan klaster CPU 10-core dengan konfigurasi unik '2+4+4'. Dua inti utama (prime cores) sanggup menyentuh kecepatan puncak hingga 4.50GHz. Sebagai perbandingan, Exynos 2600 saat ini hanya mencapai 3.8GHz, yang berarti terdapat kenaikan performa sebesar 19 persen.
Selain inti utama, empat inti performa lainnya beroperasi pada kecepatan 3.80GHz. Sementara itu, empat inti efisiensi akan bekerja pada frekuensi 2.00GHz. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara tenaga komputasi berat dan penghematan daya baterai.
Inovasi Cache 96MB dan Latensi Rendah
Inovasi yang paling mengejutkan dari chipset Samsung Exynos 1.4nm ini adalah kehadiran SLC sebesar 96MB. Kapasitas ini sangat masif jika kita bandingkan dengan chip smartphone terbaik saat ini yang hanya memiliki SLC 10MB. Samsung juga menerapkan bus width yang sangat lebar untuk mempercepat transmisi data.
Penggunaan SLC besar sangat menguntungkan untuk mengurangi latensi antara inti CPU dan GPU. Teknologi ini memungkinkan penyimpanan data yang sering digunakan secara lokal pada chip. Dampaknya, komponen seperti NPU dan ISP tidak perlu bekerja terus-menerus, sehingga konsumsi energi pun jauh lebih rendah.