Xiaomi Gaming Mouse 2 Hadir dengan 8.000Hz & Sensor Flagship, Hanya Rp750 Ribu!
- Xiaomi
Gadget – Xiaomi kembali membuktikan dominasinya di pasar perangkat gaming dengan peluncuran Xiaomi Gaming Mouse 2 melalui platform crowdfunding Youpin. Dibanderol hanya 349 yuan (sekitar $48 atau Rp750 ribu) selama masa kampanye dan 399 yuan (~$55) setelahnya mouse ini langsung menjadi sorotan global karena menawarkan spesifikasi setara flagship premium yang biasanya dijual di kisaran $150–$200 oleh merek seperti Razer dan Logitech.
Dengan sensor PixArt PAW3955XM, polling rate 8.000Hz di mode kabel maupun nirkabel, bobot ultraringan 58 gram, dan baterai tahan hingga 160 jam, Xiaomi Gaming Mouse 2 bukan sekadar produk murah melainkan terobosan teknologi yang mengganggu hierarki harga industri gaming gear.
Artikel ini mengupas tuntas fitur utama, inovasi teknis, perbandingan harga, serta alasan mengapa mouse ini layak jadi pilihan utama gamer kompetitif dan kasual.
Spesifikasi Inti: Flagship Tanpa Komпромi
Berikut rincian teknis utama Xiaomi Gaming Mouse 2:
- Sensor
PixArt PAW3955XM (40.000 DPI, 750 IPS, 60G akselerasi) - Polling Rate
8.000Hz (wired & 2.4GHz wireless) - Bobot
58 gram - Baterai
530mAh – hingga 160 jam @1.000Hz - Switch
TTC optical micro-switches - Scroll Wheel
TTC gold encoder - Konektivitas
Tri-mode: USB-C, 2.4GHz, Bluetooth 6.1 - Prosesor
Telink TL3228 dual-core RISC-V - Fitur Khusus
Motion Sync, 1% factory DPI calibration, zero hardware acceleration
8.000Hz Polling: Revolusi Responsivitas dalam Gaming
Polling rate mengukur seberapa sering mouse melaporkan posisi kursor ke komputer per detik. Standar industri adalah 1.000Hz (setiap 1 ms). Xiaomi Gaming Mouse 2 melompat ke 8.000Hz, artinya pembaruan posisi terjadi setiap 0.125 milidetik.
Dalam game FPS seperti Valorant, CS2, atau Overwatch, selisih sepersekian milidetik bisa menentukan hidup-mati apakah tembakan Anda mengenai kepala atau meleset tipis.
Yang lebih mengesankan: 8.000Hz tersedia baik dalam mode kabel maupun nirkabel 2.4GHz. Mayoritas mouse kompetitor hanya mendukung polling tinggi saat terhubung kabel. Implementasi nirkabel pada Xiaomi dimungkinkan berkat chip Telink TL3228 berarsitektur dual-core RISC-V, yang mampu menangani throughput data tanpa penundaan.
Ditambah dengan teknologi Motion Sync, yang menyelaraskan transfer data sensor dengan siklus refresh monitor, gerakan kursor terasa mulus sempurna tanpa micro-stuttering yang biasa terjadi antar interval polling.